Fisura sering ditemukan pada ablasi retina. Menemukan celah dan menutupnya dengan pembedahan adalah kunci untuk mengobati kondisi ini. Lakuna berwarna merah dan retina di sekitarnya berwarna putih keabu-abuan. Lakuna paling sering ditemukan di area temporal, diikuti oleh area infratemporal, dan paling jarang ditemukan di sisi hidung. Kekosongan juga dapat terjadi pada makula atau retina yang belum terlepas, dan dapat bervariasi dalam ukuran dan jumlahnya. Bentuknya bisa bulat atau tapal kuda, tetapi bisa juga lurik, memiliki tepi bergerigi yang terpisah atau berbentuk tidak beraturan. Retina yang terlepas terkadang sangat tinggi sehingga dapat mengaburkan kekosongan, dan pasien mungkin diminta untuk mengubah posisi kepala selama pemeriksaan. Mata dapat dibalut dan dibaringkan di tempat tidur selama 1 hingga 2 hari, lalu diperiksa setelah tonjolan mengecil. Makanan apa saja yang dikontraindikasikan pada pasien dengan degenerasi seperti kisi? Berikut adalah beberapa makanan yang dikontraindikasikan pada pasien dengan degenerasi seperti kisi. Pasien degenerasi seperti checker tidak boleh makan makanan berminyak dan tidak dapat dicerna; hindari makan makanan yang digoreng, diasap, dipanggang, mentah dan dingin, makanan yang merangsang; hindari makan makanan yang mengandung garam dan lemak tinggi. 1, acar sayuran: termasuk makanan berkadar garam tinggi, tidak boleh dikonsumsi terlalu banyak, ada bahaya besar bagi tubuh. Asupan garam harian yang direkomendasikan kurang dari 4 gram per orang, penyakit serius lainnya perlu mendapat perhatian khusus. 2, lada wijen kecil: termasuk makanan yang sangat berminyak, berlemak, rasanya manis dan kental, lebih banyak makanan tidak bermanfaat, menambah beban saluran pencernaan. Ambil sesedikit mungkin. 3 . Daging berlemak besar: adalah makanan yang sangat berminyak, dan minyak yang digunakan untuk memproses makanan tersebut berkualitas buruk, yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Dianjurkan untuk mengonsumsinya lebih sedikit.