Apa saja gejala-gejala pasien obesitas yang berbeda?

Obesitas adalah penyakit kronis yang berbeda dengan obesitas biasa, karena obesitas bukanlah peningkatan berat badan yang sederhana, tetapi suatu keadaan di mana akumulasi lemak tubuh yang berlebihan menyebabkan kenaikan berat badan yang berlebihan dan menyebabkan perubahan patologis dan fisiologis pada tubuh. Apa saja gejala pasien obesitas yang berbeda? 1, obesitas hipotalamus: hal ini disebabkan oleh peradangan atau penyakit lain di area hipotalamus yang mengatur aktivitas makan yang mengakibatkan lesi, kerusakan atau disfungsi, sehingga nafsu makan pasien meningkat pesat hingga rakus. Kelebihan energi disimpan sebagai lemak, membuat orang tersebut menjadi gemuk. Karena pusat nafsu makan dekat dengan pusat sekresi hormon pelepas gonadotropin, pasien obesitas ini sering mengalami hipogonadisme, bermanifestasi sebagai amenorea, hipogonadisme, keterbelakangan organ reproduksi atau atrofi, yang secara klinis dikenal sebagai sindrom malnutrisi ketidakmampuan reproduksi akibat obesitas. 2, fungsi gonad yang tidak normal: wanita obesitas ini mengalami penurunan sekresi gonadotropin hipofisis, fungsi gonad yang rendah, dan amenorea. Setelah penurunan berat badan, menstruasi sering kali dapat dipulihkan. 3, hiperadrenokortisolisme: juga dikenal sebagai sindrom Cushing. Wajah pasien sangat gemuk sehingga telinga bahkan tidak terlihat dari depan, yang disebut “wajah bulan purnama”. Penumpukan lemak di perut, bersama dengan garis-garis ungu, menyerupai “kehamilan Oktober”. Para wanita ini biasanya menderita menstruasi yang tidak teratur, amenorea atau infertilitas, serta atrofi organ seksual dan sering mengeluhkan hilangnya libido, yang sering kali disebabkan oleh tumor adrenokortikal. Operasi pengangkatan tumor adalah pengobatan yang ideal, dengan perbaikan bertahap dalam beberapa bulan setelah operasi, sehingga tubuh menjadi langsing, menstruasi dapat terjadi, dan fungsi seksual dapat dipulihkan.