Dermatitis matahari, juga dikenal sebagai sunburn atau bintik matahari, adalah reaksi inflamasi akut pada kulit normal setelah terpapar sinar matahari, yang bermanifestasi sebagai eritema, edema, melepuh dan hiperpigmentasi, dan pengelupasan. Intensitas reaksi terkait dengan intensitas cahaya, durasi paparan, warna kulit individu, tipe tubuh, dan ras. Spektrum cahaya terutama UVB. Kulit normal yang terpapar radiasi UV menyebabkan pelepasan histamin, 5-hidroksitriptamin, kinin, dan mediator inflamasi lainnya dari berbagai sel di dermis, menyebabkan vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas di dermis. Manifestasi klinis Setelah beberapa jam hingga lebih dari 10 jam terpapar sinar matahari selama musim semi dan musim panas, eritema dengan batas-batas yang jelas muncul di area yang terpapar, berwarna merah terang, dan pada kasus yang parah, lecet dan vesikula dapat muncul; selanjutnya, eritema menjadi lebih gelap, mengelupas, dan meninggalkan pigmentasi atau hipopigmentasi. Terasa seperti terbakar atau perih, yang sering kali memengaruhi tidur. Pada kasus yang ringan, akan sembuh dalam waktu 2 hingga 3 hari, tetapi pada kasus yang parah, dibutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk sembuh. Pasien individu dapat mengalami kongesti konjungtiva dan edema kelopak mata. Jika paparan sinar matahari sangat luas, dapat menyebabkan gejala sistemik seperti demam, menggigil, sakit kepala, kelelahan, mual dan rasa tidak enak badan, atau bahkan jantung berdebar, mengigau atau syok. Diagnosis didasarkan pada munculnya eritema kulit lokal, edema atau lepuh setelah terpapar sinar matahari, dengan bintik-bintik berpigmen setelah sembuh, dan rasa terbakar dan nyeri. Pengobatan 1. Pengobatan sistemik Pada kasus yang ringan, antihistamin digunakan. Pada kasus yang parah atau yang hasilnya buruk, glukokortikoid dosis kecil, aspirin, atau indometasin dikonsumsi secara oral. 2 . Pengobatan lokal Aplikasi topikal losion glikolat topikal pada kasus ringan, kompres dingin, krim glukokortikoid atau larutan indometasin 2,5% pada kasus yang sedikit lebih parah. Hindari aktivitas di luar ruangan atau kurangi durasi aktivitas antara pukul 10.00 hingga 14.00 saat sinar matahari paling kuat; hindari paparan sinar matahari dan perhatikan perlindungan saat keluar rumah, seperti menggunakan payung, topi bertepi lebar, dan pakaian berlengan panjang; jika berada di luar ruangan, disarankan untuk secara rutin menggunakan tabir surya dengan SPF 15 atau lebih, dan bagi mereka yang memiliki fotosensitivitas parah, gunakan tabir surya berefisiensi tinggi dengan SPF 30 atau lebih. Untuk fotosensitifitas yang parah, disarankan menggunakan tabir surya yang sangat efektif dengan SPF 30 atau lebih.