I. Karies fossa dan fossa
Ketika kita membuka mulut kita, kita bisa melihat bahwa permukaan gigitan (sisi tempat kita mengunyah makanan) dari gigi besar di bagian belakang tidak rata, dan area cekung disebut sulkus. Jika perkembangannya tidak baik, soket ini sangat dalam, makanan dan bakteri tertanam di dalamnya, dan karies (gigi serangga) akan mudah terjadi, yang dalam ilmu kedokteran disebut karies sulkus. Menurut survei epidemiologi oral, lebih dari 90% karies (gigi serangga) remaja kita terjadi di daerah sulkus.
Apa arti dari penutupan selokan?
Ini adalah bahan resin komposit polimer yang diaplikasikan pada sulkus dan mengeras ketika mengalir ke dalam dan menembus sulkus, membentuk penghalang pelindung yang menutupi sulkus.
Apa manfaat penutupan fossa?
Di satu sisi, bakteri asli dalam sulkus terputus dari sumber nutrisi dan secara bertahap mati; di sisi lain, bakteri kariogenik di luar tidak dapat masuk lagi, sehingga mencapai tujuan mencegah karies sulkus.
Siapa yang cocok untuk penutupan?
Metode pencegahan karies (gigi serangga) terutama digunakan untuk gigi geraham permanen anak-anak dan remaja yang baru tumbuh. Gigi usia keenam adalah gigi yang paling penting untuk pengunyahan, karena erupsi awal mereka, jika tidak dilindungi, mereka akan dengan mudah menderita karies (gigi serangga), oleh karena itu mereka adalah target utama dari penutupan selokan. Biasanya, gigi berusia enam tahun sepenuhnya tumbuh pada usia 7-8 tahun, yang merupakan usia terbaik untuk penutupan.
V. Apakah orang lain perlu menyegel gigi mereka?
Orang paruh baya dan lanjut usia telah melewati masa kerentanan terhadap karies fossa, dan beberapa di antaranya telah mengalami karies (gigi serangga). Pada saat yang sama, sulkus gigi posterior berangsur-angsur menjadi dangkal atau menghilang seiring dengan keausan mengunyah makanan, sehingga secara umum, tidak perlu dilakukan penutupan sulkus.
Gigi dengan soket yang dangkal, gigi depan dan permukaan gigi belakang yang berdekatan (permukaan di antara dua gigi yang bersentuhan satu sama lain), dan gigi yang mengalami karies (gigi serangga) juga tidak perlu ditutup.
Berapa lama sealant akan bertahan?
Sealant umumnya dapat dipertahankan untuk waktu yang lama. Yang terbaik adalah melakukan peninjauan kembali dalam 3-6 bulan setelah penutupan, dan untuk memeriksa gigi yang tertutup pada saat yang sama ketika melakukan pemeriksaan mulut rutin setiap tahun untuk mengetahui apakah sealant telah jatuh tepat waktu untuk menebus situasi tersebut.
7. Apakah ada perasaan tidak nyaman?
Tidak ada perasaan tidak nyaman selama proses penyegelan.
Apakah ada bahaya pada gigi?
Penutupan adalah metode tanpa rasa sakit dan non-invasif, yang telah digunakan secara internasional selama lebih dari 50 tahun. Penggunaan bahan penyegel yang tidak beracun untuk penutupan sulkus tidak berbahaya bagi gigi, bahkan jika bahan penyegel tertelan, tidak ada efek buruk pada kesehatan manusia.
IX. Standar kesehatan gigi
Gigi bersih, tidak ada karies (gigi bercacing), tidak ada rasa sakit, warna gusi (daging) normal (merah muda), tidak ada pendarahan.
Sepuluh, penyebab utama karies (gigi serangga) dan penyakit periodontal
Plak adalah penyebab utama karies gigi dan penyakit periodontal (misalnya gusi berdarah). Ini adalah film yang mengandung sejumlah besar bakteri yang melekat pada permukaan gigi.
Metode utama untuk mencegah karies (gigi cacing) dan penyakit periodontal
Selain talang air yang disebutkan di atas, metode utama untuk mencegah karies (gigi serangga) dan penyakit periodontal meliputi
(i) Menyikat.
Ini adalah cara termudah dan paling efektif untuk menghilangkan plak. Ini harus dilakukan sekali di pagi hari dan sekali di malam hari. Metode penyikatan yang benar adalah menempatkan bulu sikat gigi di persimpangan gigi dan gusi, dengan bulu sikat pada sudut 45 derajat ke permukaan gigi, pertama-tama mengobrol secara horizontal untuk jarak pendek dan kemudian menyikat secara vertikal di sepanjang gigi.
(ii) Penggunaan fluorida.
Fluorida adalah elemen penting yang memperkuat struktur gigi dan tulang, dan juga memiliki efek menghambat bakteri untuk tujuan pencegahan karies. Metode yang paling umum digunakan adalah pasta gigi berfluoride, busa fluoride, lapisan fluoride, dll.
(iii) Makan lebih banyak makanan yang menyehatkan gigi, kurangi makanan bergula, dan kurangi makanan manis.
Pola makan yang bermanfaat bagi kesehatan gigi pada dasarnya meliputi: biji-bijian dan sereal, kacang-kacangan, susu dan produk susunya, ikan, daging, telur, sayuran dan buah-buahan. Diet yang buruk bagi gigi Anda pada dasarnya meliputi: permen, minuman manis dan makanan olahan lainnya yang mengandung gula.
(iv) Ujian lisan secara teratur.
Karies (gigi cacingan) dan penyakit periodontal tidak menyakitkan atau tidak nyaman pada tahap awal dan hanya dapat dideteksi oleh ahli bedah mulut dengan menggunakan instrumen. Perawatan dini tidak menimbulkan rasa sakit, dengan hasil jangka panjang yang baik dan biaya rendah. Dokter Anda juga akan mengambil tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan mulut Anda sesuai dengan situasi spesifik Anda.