Epilepsi, umumnya dikenal sebagai penyakit crohn atau epilepsi domba, adalah sindrom klinis yang disebabkan oleh pelepasan neuron abnormal yang sangat tersinkronisasi di otak dari berbagai penyebab. Ada tiga jenis utama epilepsi: 1. Epilepsi simptomatik: ini adalah kejang yang memiliki penyebab yang jelas dan disebabkan oleh cedera otak traumatis, tumor otak, penyakit pembuluh darah otak seperti infark otak, atau kelainan struktural atau fungsional dari sistem saraf pusat seperti ensefalitis dan parasit intraserebral. 2. Epilepsi Idiopatik: Penyebab epilepsi jenis ini tidak diketahui, dan tidak ada kerusakan struktural atau kelainan fungsional di otak yang dapat menyebabkan kejang yang telah diidentifikasi. 3. Epilepsi kriptogenik: Penampilan kejang-kejang ini menunjukkan gejala epilepsi, tetapi tes yang tersedia tidak dapat mengungkapkan penyebab yang jelas. Selain itu, faktor genetik, usia dan tidur pasien dapat memengaruhi waktu terjadinya kejang dan bentuk kejang. Kelainan seperti kelelahan, kelaparan, konsumsi alkohol, stres emosional atau gangguan endokrin dapat memengaruhi fungsi neuron di otak sehingga memicu kejang. Singkatnya, penyebab epilepsi sangat kompleks dan diagnosis klinis serta pengobatan epilepsi memerlukan penilaian yang komprehensif terhadap pola kejang dan usia pasien. Kejang berulang dapat sangat berbahaya, tetapi sebagian besar dapat dikontrol dengan pengobatan rutin dan pasien harus memiliki konsep diagnosis dan pengobatan yang tepat waktu.