Perdarahan ringan selama hubungan seksual pada bulan kedua kehamilan dapat disebabkan oleh kekuatan yang berlebihan selama hubungan seksual, keguguran atau penyakit serviks. Dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan intim saat Anda hamil 2 bulan karena janin belum terlalu stabil selama periode ini dan hubungan intim dapat memengaruhi perkembangan dan kesehatan janin. Jika terjadi pendarahan setelah hubungan seksual pada trimester kedua, dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan tepat waktu dan, jika perlu, dirawat di bawah bimbingan dokter.1. Pengerahan tenaga yang berlebihan: Pengerahan tenaga yang berlebihan saat berhubungan seksual pada tahap awal kehamilan dapat merangsang pembuluh darah serviks atau dinding vagina, sehingga menyebabkan pendarahan. Setelah pendarahan, Anda harus segera berhenti berhubungan intim dan beristirahat di tempat tidur, dan pendarahan akan berangsur-angsur berkurang atau berhenti setelah sekitar 3-7 hari. 2. Pre-eklampsia: Janin tidak stabil pada bulan kedua kehamilan, dan hubungan intim dapat menyebabkan kontraksi yang dapat menyebabkan pre-eklampsia. Jika perkembangan janin normal setelah pemeriksaan, dianjurkan untuk beristirahat, tidak melakukan hubungan seksual lagi, dan jika perlu, Anda dapat dirawat di rumah sakit dan secara aktif bekerja sama dengan perawatan untuk menjaga janin. Jika perkembangan janin sangat terpengaruh, maka perlu diputuskan apakah kehamilan perlu diakhiri. 3. Penyakit serviks: Penyakit serviks dapat menyebabkan perdarahan kontak, seperti polip serviks, erosi serviks, kanker serviks, dan sebagainya. Untuk itu, perlu memastikan diagnosis melalui pemeriksaan yang relevan dan secara aktif melakukan pengobatan sesuai dengan anjuran dokter.