Penanganan nodul dapat dibagi menjadi penanganan konservatif, intervensi dan bedah. Perawatan konservatif melibatkan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan nodul dan, jika tidak dianggap ganas dan massanya kecil, mengobatinya dengan diet yang dimodifikasi, seperti tidak makan makanan pedas, tidak minum minuman beralkohol dan mengonsumsi makanan yang kaya vitamin dan serat, seperti buah dan sayuran hijau, seperti apel, pisang, dan pir bebek. Penanganan intervensi melibatkan embolisasi nodul atau ablasi frekuensi radio untuk menyebabkan nekrosis aseptik nodul, yang relatif kurang invasif, tetapi beberapa pasien mungkin mengalami ablasi nodul yang tidak sempurna. Pendekatan bedah melibatkan pengangkatan nodul secara menyeluruh di bawah anestesi, diikuti dengan pemeriksaan patologis, yang relatif invasif, tetapi nodul diangkat dengan bersih dan kemungkinan nodul jinak atau ganas dapat diidentifikasi. Kesimpulannya, pengobatan nodul memerlukan penilaian yang komprehensif terhadap kondisi pasien.