Penyakit lambung seperti gastritis, tukak lambung, gastroenteritis, dan dalam kasus yang serius, kanker lambung, merupakan hal yang umum terjadi dalam praktik klinis. Sebagai contoh, pasien dengan refluks gastro-esofagus tidak boleh minum bubur karena dapat merangsang sekresi lebih banyak asam lambung dan memperparah fenomena refluks. Pasien dengan tukak lambung juga tidak boleh minum bubur, karena sekresi asam lambung yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada mukosa lambung dan luka tukak, sehingga memperburuk kondisi tersebut. Selain itu, sebagian besar pasien lambung dapat minum bubur jika mereka dapat makan, dan dapat menggunakan labu, ubi, bayam dan bahan-bahan lain untuk membuat bubur, dan tidak terbatas pada tiga hal berikut: 1, bubur labu: labu mengandung banyak serat makanan, pektin, karoten dan vitamin B1, vitamin C dan vitamin lainnya, dan lebih ringan, untuk membantu melindungi mukosa saluran pencernaan; 2, bubur ubi: ubi kaya akan protein, serat makanan Ini adalah cara yang baik untuk menyehatkan mukosa lambung, meredakan sakit perut dan memperkuat limpa dan perut. 3, bubur bayam: bayam kaya akan vitamin C, vitamin K, karoten, selulosa, dll., yang membantu meningkatkan gerakan peristaltik saluran pencernaan dan sekresi cairan pencernaan oleh pankreas, sehingga menghasilkan efek pencernaan, dan cocok untuk orang dengan limpa dan perut yang lemah. Selain itu, pasien dengan masalah lambung juga harus memperhatikan untuk tidak makan makanan yang terlalu panas, terlalu keras, dan pedas, berminyak, dan makanan yang merangsang lainnya, serta makan sayuran dan buah-buahan segar dalam jumlah sedang. Makanan yang ringan dan mudah dicerna adalah yang utama, dengan porsi kecil dan sering serta gizi yang seimbang.