IUI biasanya harus dilakukan hanya jika keputihan dan kebersihan lendir serviks diperiksa normal. I. Pilihlah waktu yang tepat. Salah satu kunci untuk meningkatkan tingkat keberhasilan inseminasi buatan adalah dengan memilih waktu inseminasi yang tepat: 48 jam sebelum ovulasi hingga 12 jam setelah ovulasi adalah waktu yang paling memungkinkan untuk keberhasilan inseminasi. 1. Pengukuran suhu tubuh basal (BBT): yaitu suhu tubuh organisme saat istirahat. Suhu tubuh basal yang diukur setiap hari selama siklus menstruasi dicatat, digambarkan dalam bentuk kurva dan diamati. Suhu tubuh basal rendah selama fase folikuler dan terendah pada hari ovulasi. Setelah ovulasi hingga 1 hingga 2 hari sebelum menstruasi berikutnya, atau pada hari menstruasi, suhu tubuh kembali normal. 2. Pemeriksaan lendir serviks: saat terjadi ovulasi, lendir serviks tipis dan transparan, dan filamen lendir dapat diregangkan hingga lebih dari 10 cm. Setelah ovulasi, lendir serviks menjadi keruh dan lengket, dan tingkat filamen berkurang. Sebelum ovulasi, apusan lendir serviks mungkin menunjukkan kristal seperti gigi domba. 3. Pengukuran hormon untuk memprediksi ovulasi: puncak hormon luteinizing sebelum ovulasi dapat memprediksi waktu ovulasi. 4. Ultrasonografi untuk memantau perkembangan folikel dan ketebalan endometrium. II. Persiapan air mani Sebelum suami melakukan inseminasi, suami harus menjauhkan diri dari hubungan seks selama 3-5 hari. Suami harus mencuci tangan dan area sekitar penis sebelum pengambilan sperma pada hari yang sama dan menggunakan metode masturbasi untuk mengambil sperma, berhati-hatilah agar tidak terjadi kontak dengan mulut bagian dalam cangkir pengambilan sperma yang steril dan tidak beracun untuk memastikan pengambilan sperma selesai. Segera kirim ke laboratorium. Setelah air mani dicairkan, analisis air mani rutin dilakukan, termasuk volume air mani, waktu pencairan, jumlah sperma, motilitas dan aglutinasi, dll. Metode yang berbeda dipilih untuk perlakuan istimewa sesuai dengan kualitas air mani. Seluruh proses dilakukan di dalam meja yang sangat bersih untuk memastikan kemandulan. Metode pemrosesan semen yang umum meliputi pencucian, hulu, hilir, sentrifugasi gradien Percoll, sentrifugasi gradien mikro-Percoll, dll. Semen yang lebih disukai ditempatkan pada suhu 37°C dan disisihkan untuk digunakan. Untuk melakukan inseminasi buatan, 0,3 hingga 0,5 ml semen yang telah diproses secara khusus disuntikkan secara perlahan ke dalam rongga rahim melalui inseminasi intrauterin. Seluruh prosedur ini sangat aseptik. Pasien harus berbaring datar dengan kedua kakinya rapat selama 30 hingga 60 menit. Satu kali inseminasi biasanya dilakukan 1 hari sebelum ovulasi dan 1 kali pada hari ovulasi.