Taping adalah perawatan non-invasif yang melibatkan aplikasi pita perekat pada kulit untuk meningkatkan atau melindungi sistem muskuloskeletal. Taping sering digunakan dalam penanganan cedera pada sistem muskuloskeletal untuk melumpuhkan sendi dan membatasi pergerakan jaringan lunak sehingga dapat diperbaiki dengan cara yang stabil. Prinsipnya adalah tidak memberikan zat asing kepada tubuh untuk memperbaiki jaringan yang cedera, tetapi menyediakan lingkungan yang lebih baik bagi mekanisme perbaikan alami tubuh untuk bekerja. Penggunaan Penanganan akut cedera olahraga (misalnya keseleo ligamen, ketegangan otot, memar), kompresi, imobilisasi, pereda gejala dan pereda nyeri. Untuk melindungi jaringan lunak dan membatasi pergerakannya. Membatasi pergerakan sendi. Memberikan stabilitas pada sendi untuk mencegah cedera. Memberikan dukungan tambahan pada jaringan lunak untuk mengurangi kejadian cedera. Mengobati cedera kronis pada sistem muskuloskeletal. Alat-alat perawatan Alat-alat yang diperlukan untuk ligatur adalah pita perekat, lapisan kulit buatan, gunting, dan semprotan perekat. Jenis pita utama yang digunakan untuk ligatur adalah elastis dan non-elastis. Pada masa-masa awal, pita non-elastis adalah jenis pita utama yang digunakan, diwakili oleh pita olahraga, yang berat, tidak elastis dan memiliki daya rekat yang kuat. Namun demikian, mereka kurang bernapas dan lebih rentan terhadap alergi. Mereka efektif dalam melumpuhkan sendi, tetapi juga membatasi mobilitas sendi. Penggunaan koyo olahraga membutuhkan penggunaan pembungkus kulit buatan (underwrap). Tujuan dari pita perekat non-elastis adalah untuk mencegah pembengkakan dengan memberikan tekanan pada area yang mengalami cedera akut. Untuk melumpuhkan sendi yang cedera untuk mencegah gerakan yang tidak perlu. Imobilisasi preventif sendi untuk mencegah cedera. Keuntungan pita perekat non-elastis: Memberikan imobilisasi sendi yang kuat dan membatasi pergerakan sendi secara efektif. Ini lebih bersifat perekat. Pita perekat elastis Pita perekat elastis (misalnya pita perekat kinesiologi) sekarang banyak digunakan dalam praktik klinis dan ditandai dengan kemampuannya untuk diperpanjang. Sebagai contoh, pita kinesiologi memiliki elastisitas 140% yang sebanding dengan otot, tahan air dan bernapas, lebih nyaman digunakan dan tidak membatasi gerakan sendi. Tujuan dari pita elastis adalah: membantu otot berkontraksi untuk meningkatkan kekuatannya. Untuk menghentikan otot berkontraksi agar otot menjadi rileks. Untuk mengurangi beban kontraksi otot dengan menerapkan otot tambahan di luar kulit untuk membantu kontraksi. Meningkatkan sirkulasi limfatik dan darah serta membantu perbaikan jaringan lunak. Mengurangi rasa sakit. Keuntungan dari pita elastis: Tidak ada pembatasan gerakan sendi Sangat mudah bernapas, lebih nyaman. Tahan air. Tahan terhadap alergi.