Hal ini umumnya disebabkan oleh hal-hal berikut ini: stimulasi makanan, seringnya konsumsi makanan tinggi gula, lemak, pedas dan makanan yang merangsang atau seringnya konsumsi minuman yang meningkatkan sekresi asam lambung seperti kopi, teh kental, dan alkohol; penggunaan jangka panjang obat antiinflamasi non-steroid seperti aspirin, antagonis kalsium, dan teofilin; perubahan kebiasaan gaya hidup dan faktor mental seperti ketegangan mental dan depresi; dan penyakit sistem pencernaan seperti gastritis kronis, ulkus peptikum, dan penyakit refluks gastro-esofagus.