Bedah laparoskopi adalah prosedur invasif minimal dengan pendarahan minimal dan pemulihan yang cepat, dan saat ini merupakan prosedur yang direkomendasikan. Pembedahan laparoskopi biasanya melibatkan pembuatan tiga sayatan kecil sekitar 1 cm di perut pasien dan memasukkan saluran kerja seperti tabung yang disebut “trocar” ke dalam masing-masing sayatan. Pembedahan laparoskopi dapat digunakan untuk berbagai kondisi ginekologi seperti kehamilan ektopik, kista ovarium, fibroid, teratoma ovarium, dll. Pembedahan ini juga dapat digunakan untuk histerektomi, miomektomi, reseksi adneksa, dan perbaikan korpus luteum ovarium yang pecah. Keuntungan dari operasi laparoskopi adalah minimal invasif, biasanya dengan sayatan sekitar 1 hingga 2 cm pada permukaan tubuh, tidak mempengaruhi estetika, kemungkinan terjadinya perlengketan setelah operasi menjadi lebih kecil, dan rasa sakit pada luka pasien berkurang secara signifikan setelah operasi. Dibandingkan dengan operasi terbuka tradisional, pasien pulih lebih cepat dan biasanya dipulangkan dalam waktu 3 hingga 5 hari setelah rawat inap, sehingga mengurangi jumlah hari yang dibutuhkan untuk tinggal di rumah sakit. Kesimpulannya, bagi wanita yang menyukai kecantikan, bedah laparoskopi adalah pilihan bedah yang baik untuk bedah ginekologi, tidak meninggalkan bekas luka yang besar, yang juga dapat sangat mengurangi terjadinya risiko seperti pencairan lemak pada sayatan setelah pembedahan karena sayatan besar pada bedah terbuka, dan merupakan pilihan bedah ginekologi yang lebih umum saat ini.