Kejang pada otot-otot yang mengatur pergerakan pita suara atau pintu masuk ke laring. Etiologi: 1. Iritasi lokal: selama pemeriksaan atau perawatan laring, saat benda asing melewati atau tertinggal di laring, laringitis akut atau sub-akut, tumor pada tepi pita suara, panjang uvula yang berlebihan, dsb. 2. Iritasi pada saraf laring berulang: pembesaran kelenjar getah bening di leher atau mediastinum, tumor, aneurisma aorta, TBC, dan lain-lain yang menyebabkan iritasi pada saraf laring berulang. Operasi tiroid merusak saraf. 3, Penyakit sentral: ataksia motorik konsumsi tulang belakang. Kejang laring sering terjadi pada epilepsi, kejang adduktor laring pada rabies. 4. Neurosis. Gejala: 1. Batuk spasmodik 2. Kehilangan suara secara spasmodik Pemeriksaan: kontak antara dua pita suara saat menghirup napas, sangat mirip dengan kelumpuhan pada dua otot adduktor, tetapi sebenarnya adalah kejang pada otot adduktor. Diagnosis: Pemeriksaan serviks, toraks, laring, dan neurologis yang terputus-putus. Pengobatan: Kompres panas pada leher selama serangan; isoamil nitrit; pengobatan etiologi untuk lesi organik; trakeotomi jika perlu.