Luka bakar akibat air mendidih dan minyak panas, atau bahkan luka bakar akibat ledakan gas atau kebakaran yang tidak disengaja, sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan produksi industri. Dalam beberapa tahun terakhir, tragedi semacam itu sering muncul di berbagai media dan telah menyebabkan berbagai masalah bagi pasien itu sendiri, keluarga dan masyarakat. Selain secara aktif mencegah terjadinya tragedi semacam itu, semua pasien, keluarga, dan dokter juga harus berusaha meringankan rasa sakit dan mengurangi efek samping dari luka bakar – untuk meminimalkan stres psikologis dan stres yang berhubungan dengan pekerjaan yang disebabkan oleh kelainan bentuk dan bekas luka bakar, serta memungkinkan mereka untuk kembali ke kehidupan normal sesegera mungkin. Efektivitas perawatan luka bakar sangat bergantung pada ukuran dan kedalaman luka bakar, usia pasien, dan apakah luka bakar tersebut dikombinasikan dengan luka bakar inhalasi atau luka bakar majemuk. Namun, pertolongan pertama yang tepat waktu dan benar serta perawatan dini juga memainkan peran penting. Perawatan dini yang tidak memadai dapat mengakibatkan luka bakar yang bertahan lama, yang dapat menyebabkan peningkatan jaringan parut, kontraktur, dan disfungsi.