Hepatomegali bisa disebabkan oleh banyak penyakit dan merupakan tanda klinis yang penting. Batas atas hati sering bertepatan dengan forniks diafragma, mulai dari tulang rusuk ke-7 di garis tengah aksila kanan, ke rusuk ke-5 rata di garis tengah klavikula kanan, lalu ke kiri ke garis tengah anterior setelah melintasi persimpangan tubuh sternum dan proses pedang, ke celah tulang rusuk ke-5 rata sedikit ke arah medial di garis tengah klavikula kiri, dan batas bawah hati bertepatan dengan batas anterior hati, mulai dari tulang rusuk ke-11 di garis tengah aksila kanan, di sepanjang batas bawah lengkungan kosta kanan ke ujung tulang rawan tulang rusuk ke-9, meninggalkan lengkungan kosta dan mencapai secara diagonal ke atas ke kiri di bawah proses pedang, dan di garis tengah anterior sekitar 3 cm di luar proses pedang. Posisi hati tergantung pada jenis kelamin, usia dan tipe tubuh dan dapat bervariasi sampai batas tertentu dengan pernapasan, aktivitas visceral dan posisi tubuh. Apa penyebab hepatomegali non-infeksius? 1. Toksisitas: dapat disebabkan oleh karbon tetraklorida, kloroform, etanol, fenol, naftalena, benzena, asetaminofen, natrium valproat, logam berat, fosfor, arsenik, senyawa isothiocyanic, trinitrotoluene, inhibitor monoamine oxidase, para-aminosalicylates, pirazinamida, etiltioisonikotinamida, azathioprin, metotreksat, bikloheksaetilen quinidine, amiodaron, aminofenquinoline, thorium oxide, polivinil klorida, aflatoksin, muscarinic isoniazid, cinchofen, pautazone, rifampisin, tetrasiklin, tingtur diacetin, chlorpromazine, mesterolone, kontrasepsi oral, ketoconazole, methyldopa, sodium phenytoin, fenobarbital, furazolidine, sulphonamides, thioureas, phenylephrine, dll. 2, stasis: gagal jantung kongestif, stenosis trikuspid atau penutupan yang tidak lengkap, miokarditis atau kardiomiopati, penyakit jantung bawaan, perikarditis konstriktif, tamponade perikardial, obstruksi vena hepatika, dll. 3.Kolestatik: kolestasis intrahepatik, kolestasis ekstrahepatik, batu saluran empedu, kanker saluran empedu, kanker kepala pankreas, kanker perut buncit, dll. 4. Gangguan metabolik: perlemakan hati, sindrom Relye, perlemakan hati akut selama kehamilan, amiloidosis hepatik, hepatomegali, hemokromatosis, porfiria, kelebihan glikogen hati, histiositosis lipoid, anemia limpa familial, penyakit penyimpanan ester kolesteril, gangliosidosis, mukopolisakaridosis, galaktosemia, intoleransi fruktosa herediter, fibrosis kistik, defisiensi alpha 1 antitripsin Penyakit ini ditandai oleh sejumlah gangguan, termasuk: gangguan metabolisme tirosin, dll. 5, sirosis: portal, schistosomal, pasca-nekrotik, bilier primer, bilier sekunder, sirosis kardiogenik, dll. 6. Tumor dan kista: karsinoma hepatoseluler primer, karsinoma hepatoseluler sekunder, hepatoblastoma, tumor karsinoid, hepatoma campuran, adenoma hepatik, sistadenoma, haemangiosarkoma hepatik, hemangioendothelioma hepatik, haemangioma kavernosa hepatik, penyakit polikistik hepatik dewasa, kista hepatik non-parasit, dll. 7. Lainnya: misalnya sarkoidosis, penyakit nodular, hepatitis autoimun, hematoma hati, berbagai gangguan hematologi, mieloma multipel, mielofibrosis, AIDS, dll.