Nefritis interstitial akut karena alergi pada pria berusia 36 tahun di usia prima, terkait dengan pola makan yang tidak bersih

(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan ilmiah secara umum dan informasi dalam konten berikut ini telah diproses untuk melindungi privasi pasien)

Abstrak: Seorang pria berusia 36 tahun tanpa riwayat penyakit ginjal sebelumnya datang dengan diare dan muntah setelah pola makan yang tidak bersih, tanpa penurunan pengeluaran urin, tanpa demam, tidak ada hematuria karnitik dan peningkatan kreatinin darah. Setelah masuk rumah sakit, pasien dianggap menderita nefritis interstitial akut yang disebabkan oleh alergi. Setelah perawatan obat standar, semangat pasien meningkat secara signifikan, nafsu makannya membaik dan fungsi serta indeks ginjalnya kembali normal.

Informasi dasar】Pria, 36 tahun

Jenis penyakit】Nefritis interstitial akut

Rumah Sakit】Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Provinsi Jiangsu

Tanggal Konsultasi】 April 2022

Rencana Perawatan】 Obat (Tablet Prednison Asetat, Kapsul Miselium Zirin)

Masa Perawatan】14 hari di rumah sakit

Efek】 Fungsi ginjal normal

I. Konsultasi awal

Pasien adalah seorang pria muda yang mengalami mual dan muntah setelah makan makanan khas setempat dalam sebuah perjalanan ke luar negeri. Pasien melaporkan tidak ada riwayat penyakit ginjal sebelumnya, tetapi ditemukan peningkatan tajam dalam kreatinin darah setelah gastroenteritis. Diagnosis awal adalah insufisiensi ginjal dengan kemungkinan besar gagal ginjal akut, dan direkomendasikan untuk menemukan penyebabnya dan melakukan intervensi sesegera mungkin setelah rawat inap.

II. Riwayat pengobatan

Setelah masuk rumah sakit, pasien kembali ditanyai tentang riwayat kesehatannya. Pasien melaporkan bahwa ia telah makan makanan tertentu, makanan khas setempat, tetapi setelah makan, ia mengalami ketidaknyamanan perut yang signifikan, diikuti dengan muntah dan diare, dan disertai dengan ruam di kedua sisi pinggang dan tidak ada ruam pada tungkai bawah, serta gejala gastrointestinal seperti lemas dan tidak nafsu makan. Pasien diberi penjelasan mengenai kondisinya dan dianggap memiliki pemicu penyakit akibat makanan. Pasien dianggap memiliki insufisiensi ginjal akut non-oligurik karena ruam dan peningkatan kreatinin darah, dan secara aktif diselidiki penyebab insufisiensi ginjal. Tablet prednison dan kapsul miselium diberikan secara oral setiap hari.

Efek pengobatan

Setelah 3 hari perawatan, kondisi mental pasien membaik secara signifikan dan nafsu makannya meningkat. Setelah 14 hari pengobatan, fungsi ginjal dan kreatinin darahnya berangsur-angsur menurun menjadi normal, eosinofil darah kembali normal, gejala gastrointestinal membaik secara signifikan, dan fungsi ginjal pada dasarnya kembali normal, sehingga pasien dipulangkan.

IV. Catatan

Kami senang bahwa kondisi pasien terkendali, tetapi kami perlu menyarankan pasien untuk terus memantau fungsi ginjal dan elektrolit setelah keluar dari rumah sakit, karena beberapa cedera ginjal akut dapat kembali normal setelah pengangkatan faktor-faktor penyebabnya, tetapi kerusakan ginjal masih dapat terjadi, seperti proteinuria dan hematuria, yang dapat berubah menjadi penyakit ginjal kronis.

Selain itu, perlu untuk menghindari kontak dengan alergen yang dicurigai seperti obat-obatan, makanan, dan faktor lingkungan sebisa mungkin, sehingga kerusakan ginjal tidak akan semakin parah jika alergi berulang dicegah.

V. Wawasan pribadi

Pasien ini mengalami peningkatan kreatinin darah secara tiba-tiba dan tidak memiliki riwayat penyakit ginjal sebelumnya. Pada saat yang sama, bagi pasien ini untuk mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut akibat nefritis interstitial akut, penting untuk menggunakan obat yang wajar di bawah bimbingan dokter, tidak membabi buta, terutama obat herbal, dll., dan untuk menghindari kontak dengan obat alergi dan makanan, sehingga secara efektif dapat mencegah kambuhnya penyakit.