Cina adalah negara besar dalam hal budidaya, produksi, dan penjualan tembakau, dan juga merupakan negara yang paling parah terkena dampak racun tembakau. Jumlah total perokok di Cina melebihi 350 juta, dan jumlah orang yang menderita efek berbahaya dari perokok pasif mencapai 540 juta, termasuk 180 juta anak di bawah usia 15 tahun. Merokok merupakan faktor risiko perilaku untuk penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular, kanker, penyakit paru obstruktif kronik, dan penyakit lainnya, yang secara serius membahayakan kesehatan masyarakat. 1,2 juta kematian akibat tumor, penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular, penyakit pernapasan kronik, dan penyakit lain yang secara langsung disebabkan oleh penggunaan tembakau di Tiongkok pada tahun 2005 diperkirakan akan mencapai 2 juta pada tahun 2030, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah. Kami datang dari garis depan pencegahan dan pengobatan klinis, sangat merasakan ancaman tembakau terhadap kesehatan dan kehidupan; sangat menyadari bahwa, jika tidak ditanggapi secara aktif, tembakau akan merenggut lebih banyak nyawa, mempengaruhi stabilitas negara, perkembangan masyarakat yang harmonis. Bahaya tembakau dapat diprediksi dan dikendalikan. Kami percaya bahwa kita harus membangun kerjasama multi-pihak yang dipimpin oleh pemerintah, mobilisasi media dan partisipasi publik yang luas dalam mekanisme pengendalian tembakau yang komprehensif. Untuk itu, kami menyerukan: 1. Implementasi yang serius dari Konvensi Kerangka Kerja WHO tentang Pengendalian Tembakau, dan secara aktif mempromosikan legislasi yang terkait dengan pengendalian tembakau. 2. Meningkatkan investasi dalam pengendalian tembakau, terutama dalam publisitas dan edukasi pengendalian tembakau, demonstrasi dan intervensi pencegahan dan pengobatan masyarakat. 3. Media massa harus bekerja sama dengan organisasi pencegahan dan pengobatan penyakit terkait tembakau dan para ahli untuk secara aktif memberikan layanan publisitas tentang pencegahan dan pengobatan tembakau. 4. Institusi kesehatan dan tenaga medis memimpin dalam tindakan, bertindak sebagai pelopor dalam pengendalian tembakau, secara aktif mempromosikan pembangunan institusi kesehatan bebas asap rokok, menerapkan sistem tanggung jawab kunjungan pertama untuk menginstruksikan pasien secara rutin untuk berhenti merokok, dan melakukan publisitas dan pendidikan tentang bahaya tembakau dan pengendalian tembakau. 5. Secara aktif menerapkan dan mempromosikan standar diagnostik dan pengobatan klinis untuk intervensi berhenti merokok, dan meningkatkan tingkat keberhasilan berhenti merokok. Menganjurkan gaya hidup sehat: “Berhenti merokok, batasi alkohol, makan secara wajar, berolahraga secara ilmiah, dan memiliki pola pikir yang seimbang”. Pengendalian tembakau di Tiongkok masih harus menempuh jalan panjang. Mari kita ambil tindakan, demi kesehatan bangsa, demi kemakmuran negara, tolak tembakau, jaga kehidupan, dan menangkan perang rakyat melawan pengendalian tembakau!