Apa saja efek samping radioterapi pada tubuh?

Radioterapi dapat mengobati kanker dan dapat menyembuhkan beberapa jenis kanker, seperti limfoma dan karsinoma nasofaring. Radioterapi juga dapat mengecilkan tumor, yang dapat membantu mengurangi risiko pembedahan dan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup pasien kanker. Namun, radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh radioterapi dapat membunuh sel kanker, tetapi juga dapat memiliki efek buruk pada sel normal, menyebabkan kerusakan lokal atau reaksi sistemik: 1. Kerusakan lokal: 1. Kerusakan otak: paparan radiasi elektromagnetik yang besar pada otak dapat menyebabkan atrofi otak, edema otak dan nekrosis otak, dan juga dapat menyebabkan kerusakan sumsum tulang belakang yang mengarah ke paraplegia; 2. Kerusakan pernafasan: batuk, sesak napas, dan bahkan radang paru-paru dapat terjadi setelah radioterapi. Pasien radioterapi juga dapat menyebabkan fibrosis paru-paru dan secara bertahap kehilangan fungsi ventilasi; 3. Cedera saluran pencernaan: lesi inflamasi dapat terjadi pada saluran pencernaan, seperti sakit perut dan diare pada kasus yang ringan, atau bisul, perforasi, dan nekrosis usus lokal pada kasus yang parah. Fibrosis, kekakuan pada tungkai dan sendi. Reaksi sistemik: radioterapi tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan radiasi lokal, tetapi juga memengaruhi seluruh tubuh, seperti kelelahan, mual dan muntah, kehilangan nafsu makan, berkurangnya sel darah putih, reaksi yang lambat, dan insomnia setelah radioterapi. Pada saat yang sama, fokus inflamasi dari radioterapi dapat menyebabkan asites dan efusi pelvis, dan radioterapi dosis tinggi jangka panjang juga dapat menyebabkan kemandulan. Selain itu, radioterapi jangka panjang dapat menyebabkan mutasi genetik yang dapat menyebabkan tubuh mengembangkan tumor baru.