Dasar diagnostik, klasifikasi dan evaluasi sindrom kejang dasar panggul

  Sindrom kejang otot dasar panggul adalah penyakit dengan gejala utama berupa kesulitan buang air besar dan ketidaknyamanan anus akibat kejang otot dasar panggul (kontraksi paradoks).  1. Diagnosis (1) Kesulitan buang air besar, setiap 3 sampai 4 hari sekali, dengan tekstur kering dan durasi yang lama pada setiap buang air besar, yang mungkin disertai dengan nyeri anus saat buang air besar dan perasaan buang air besar yang tidak tuntas.  (2) Pemeriksaan jari dubur menunjukkan adanya kekencangan pada saluran dubur.  (3) Defekasi: sudut rektum anus tidak bertambah saat buang air besar secara paksa dan biasanya kurang dari 90 derajat.  (4) Elektromiografi menunjukkan peningkatan rangsangan pada otot dasar panggul.  (2) Klasifikasi gejala (1) Stagnasi Qi dan stasis darah: kesulitan buang air besar, waktu buang air besar yang lama, nyeri dubur saat buang air besar, satu baris tinja selama 2 hingga 3 hari, kualitas kering. Lidah terasa tumpul atau stasis, dan denyut nadi terasa sepat.  (2) Suntikan panas lembab: kesulitan buang air besar, buang air besar berkepanjangan, satu baris tinja selama 3 sampai 4 hari, tekstur kering, tinja terasa tidak tuntas, pembengkakan anus. Lidah berwarna merah, lapisannya kuning dan tebal, dan denyut nadi licin.  (3) Kekurangan Yin dan api: kesulitan buang air besar, buang air besar berkepanjangan, satu baris tinja selama 3 sampai 4 hari, tekstur kering, mulut kering dan keinginan untuk minum, mungkin berkeringat di malam hari. Lidah berwarna merah, bulu kecil, denyut nadi baik-baik saja, 3. Lidah berwarna merah, bulu kecil, denyut nadi baik-baik saja.  (2) Membaik: gejala dan pencitraan feses telah membaik.  (3) Tidak sembuh: tidak ada perbaikan gejala dan pencitraan feses.