Abstrak: TUJUAN: Untuk memahami karakteristik klinis, distribusi strain dan regresi pengobatan infeksi jamur saluran pernapasan bawah pada pasien yang berventilasi mekanis di unit perawatan intensif darurat (EICU). METODE: Untuk menganalisis secara retrospektif data klinis pasien dengan infeksi jamur saluran pernapasan bawah yang terjadi di EICU Rumah Sakit Xinhua dari Oktober 2007 hingga Desember 2008 dengan ventilasi mekanis. HASIL: Infeksi saluran pernapasan bawah terjadi pada 80 dari 124 pasien yang berventilasi mekanis, dengan kejadian 64,5%, termasuk 21 kasus (26,2%) dengan infeksi jamur, yang semuanya adalah Pseudomonas spp. (11 kasus Pseudomonas albicans, 5 kasus Pseudomonas tropicalis, 3 kasus Pseudomonas smoothus, dan 2 kasus Pseudomonas subsmoothus); Skor Apache II untuk infeksi jamur dibandingkan dengan infeksi non-jamur. 21,89 vs 17,36, rata-rata ventilasi mekanik: (20,5 vs 14,2) d, lama rawat ICU: (22,5 vs 18,4) d, mortalitas: 33,3% vs 15,2%, semua lebih tinggi dari kasus infeksi non jamur; 11 kasus Pseudomonas albicans tanpa 1 kematian dan 7 kasus kematian non Pseudomonas albicans. KESIMPULAN: Insiden infeksi jamur saluran pernapasan bawah bersamaan pada pasien yang berventilasi mekanis di EICU tinggi, terutama infeksi Pseudomonas aeruginosa, dengan Pseudomonas albicans mendominasi. Sebaliknya, infeksi non-Pseudomonas albicans memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi dan resisten terhadap flukonazol, menunjukkan bahwa intervensi yang efektif harus dilakukan sejak dini.