Apakah mempengaruhi janin jika wanita hamil mudah tersinggung?

Suasana hati seorang wanita hamil berdampak pada janinnya. Diketahui bahwa ketika suasana hati ibu berubah, dapat merangsang aktivitas sistem saraf vegetatifnya, sehingga kelenjar endokrin yang dikendalikan oleh sistem saraf akan mengeluarkan berbagai hormon. Hormon-hormon ini dapat melewati sirkulasi darah ke plasenta, menyebabkan perubahan komposisi darah plasenta dan dengan demikian merangsang aktivitas janin. Jika seorang wanita hamil sering mudah marah secara emosional selama kehamilan, hal ini dapat mengakibatkan perubahan yang lebih kecil pada denyut jantung anak setelah lahir. Penelitian telah menemukan bahwa ketika seorang wanita hamil sering marah-marah selama kehamilan, perubahan hormon dalam tubuhnya juga dapat ditransmisikan ke janin melalui plasenta, sehingga mempengaruhi perkembangan sel janin. Selain itu, jika seorang wanita hamil mengalami tekanan emosional yang berlebihan dalam waktu yang lama, seperti marah, takut, sakit, kaget, khawatir, dll., hal ini dapat berdampak negatif pada hipotalamus janin, sehingga mengakibatkan kemungkinan penyakit mental yang lebih besar di kemudian hari.