Pria berusia 51 tahun tiba-tiba mengalami tinnitus, tetapi itu adalah gejala awal hipertensi!

(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan ilmiah, dan informasi dalam konten berikut telah diproses untuk melindungi privasi pasien)

Abstrak: Dalam praktik klinis, tinitus adalah gejala awal hipertensi yang umum, dan ketika tiba-tiba muncul, seseorang perlu waspada terhadap adanya hipertensi. Pasien ini datang ke klinik dengan tinnitus yang persisten, dan setelah pemeriksaan, pasien ditemukan memiliki tekanan darah tinggi dan didiagnosis dengan penyakit hipertensi. Setelah pengobatan agresif dan perbaikan gaya hidup, gejala tinnitus pasien sebagian besar telah hilang dan tekanan darahnya berangsur-angsur menurun dan stabil.

Informasi dasar】Laki-laki, 51 tahun

Jenis Penyakit】Hipertensi

Rumah Sakit】Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Kedokteran Anhui

Tanggal konsultasi】Januari 2022

Rencana Pengobatan】 Pengobatan (Tablet Irbesartan Hidroklorotiazid) + Perbaikan Gaya Hidup

Masa Pengobatan】 5 hari perawatan rawat inap dan rawat jalan

Efektivitas Pengobatan】Tidak ada lagi tinitus, tekanan darah berangsur-angsur menurun dan stabil

I. Konsultasi awal

Deskripsi pasien: Tinnitus tiba-tiba muncul 3 hari yang lalu, dengan suara berdengung yang terputus-putus di telinga yang berlangsung selama beberapa menit. Dokter melakukan pemeriksaan yang relevan pada pasien, seperti pemeriksaan pendengaran dan CT telinga, dan tidak ditemukan kelainan yang signifikan. Tekanan darah pasien diukur kembali dan hasilnya 156/102 mmHg. Pasien dalam keadaan bersih dan semangat secara umum, batas jantung tidak besar dan irama jantung rapi. Pasien awalnya dinilai hipertensi, dan dirawat di rumah sakit untuk perawatan.

II. Riwayat pengobatan

Selama dirawat di rumah sakit, pasien menjalani tes darah rutin, tes fungsi hati dan ginjal, tes glukosa darah, tes lipid, dan tes elektrokardiogram, dan tidak ditemukan kelainan. Selanjutnya, tekanan darah pasien diukur secara terus menerus selama beberapa kali dengan interval, dan nilainya mencapai sekitar 150/100 mmHg, yang didiagnosis sebagai hipertensi grade 2. Mengingat pola makan pasien yang biasa asin, maka dipilihlah obat dengan diuretik untuk pengobatan, yaitu pasien diberikan tablet Irbesartan hidroklorotiazid untuk menurunkan tekanan darah, dan elektrolit diperiksa ulang tanpa kelainan selama rawat inap.

III. Efek pengobatan

Pada hari masuk rumah sakit, tekanan darah pasien dipantau beberapa kali, dan nilainya sekitar 150/100mmhg. Pada hari kedua setelah pengobatan, tekanan darah pasien terkontrol sekitar 140/90 mmHg, episode tinnitus berkurang, dan pasien merasa lega dari gejalanya. Setelah 5 hari pengobatan, tekanan darah pasien stabil sekitar 140/80mmHg, dan gejala tinnitus pada dasarnya menghilang, dan elektrolit diperiksa ulang pada hari yang sama, dan tidak ada kalium atau natrium rendah yang terjadi.

IV. Tindakan pencegahan

Kami senang bahwa setelah serangkaian pengobatan, gejala tinnitus pasien pada dasarnya menghilang dan kontrol tekanan darah lebih stabil. Namun, pasien masih perlu memperhatikan hal-hal berikut setelah keluar dari rumah sakit.

1. Perhatian perlu diberikan untuk memperbaiki gaya hidup dalam kehidupan sehari-hari dan membatasi asupan natrium dalam diet tidak lebih dari 6g garam per hari, yang dapat dikontrol secara tepat dengan sendok pengontrol garam.

2, hidroklorotiazid sebagai diuretik, melalui diuresis untuk mengurangi volume darah, untuk memainkan efek hipotensi, tetapi pada saat yang sama, obat akan mempengaruhi ekskresi asam urat dalam tubuh, membuat reabsorpsi asam urat meningkat, asam urat darah meningkat, dan bahkan menginduksi asam urat, sehingga pasien masih perlu secara teratur memeriksa kembali asam urat dan elektrolit selama obat setelah keluar.

3, pasien harus memperhatikan untuk mengamati gejala mereka sendiri selama pengobatan sehari-hari, sekali dalam proses menurunkan gejala ketidaknyamanan tekanan darah, perlu segera datang ke rumah sakit, di bawah bimbingan dokter untuk menyelesaikan penyesuaian obat. Pada saat yang sama, perhatikan untuk menjaga suasana hati yang bahagia, perhatikan pemantauan tekanan darah, dan patuhi pengobatan rutin dan jangka panjang.

V. Wawasan pribadi

Hipertensi adalah penyakit yang umum terjadi di kalangan orang paruh baya dan lanjut usia. Pasien kebanyakan tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga sulit dideteksi, tetapi beberapa pasien kadang-kadang memiliki gejala seperti pusing, sakit kepala, penglihatan kabur, tinnitus dan insomnia. Pasien dalam artikel ini terlihat karena timbulnya tinitus secara tiba-tiba, sehingga kondisi hipertensi dapat dideteksi tepat waktu dan diberikan pengobatan tepat waktu dengan efek terapeutik yang baik.

Tinnitus yang disebabkan oleh hipertensi terutama dimanifestasikan sebagai suara berdengung intermiten di telinga yang berlangsung untuk jangka waktu yang lama. Pada pasien jenis ini, tinnitus sebagian besar dapat dihilangkan setelah tekanan darah dikendalikan dan distabilkan. Diet rendah natrium dan pemantauan tekanan darah secara teratur dalam kehidupan sehari-hari adalah perilaku yang membantu kita untuk mendeteksi dan mengendalikan tekanan darah lebih awal.