Apakah mimisan pada leukemia unilateral atau bilateral

Mimisan leukemia bisa unilateral atau bilateral. Secara klinis, pasien kebanyakan menunjukkan gejala perdarahan mukosa hidung bilateral yang menyebar, tetapi tidak mungkin untuk mencurigai apakah mereka menderita leukemia hanya berdasarkan satu gejala mimisan. Pasien dengan leukemia dapat mengalami perdarahan dari berbagai bagian tubuh karena penghambatan fungsi hematopoietik sumsum tulang normal dan gangguan koagulasi. Ini termasuk mimisan, yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di hidung dan jaringan di sekitarnya, baik secara unilateral atau bilateral. Biasanya juga terdapat memar, memar pada kulit, gusi berdarah, dll., dan perdarahan tidak mudah dihentikan. Diagnosis klinis leukemia memerlukan evaluasi komprehensif dari presentasi klinis pasien, temuan hematologi, dan karakteristik gambaran sumsum tulang untuk membuat diagnosis definitif. Ada banyak penyebab mimisan. Penyebab yang paling umum seperti hidung yang menggali, benturan atau mukosa hidung kering dapat menyebabkan perdarahan, dan faktor penyakit seperti rinitis, sinusitis, dan septum hidung yang menyimpang juga dapat menyebabkan perdarahan. Biasanya, gejalanya dapat diredakan dengan memberikan tekanan untuk menghentikan pendarahan. Selain itu, pasien yang menderita polip hidung, hemangioma, dan penyakit lain dengan redundansi hidung yang tidak normal, serta pasien yang menderita gangguan pendarahan (seperti anemia aplastik, demam berdarah, leukemia, dll.) juga dapat mengalami pendarahan hidung, yang sering kambuh dan tidak mudah dihentikan. Oleh karena itu, jika mimisan terjadi, jangan terlalu khawatir dan hentikan pendarahan pada waktunya. Namun, jika mimisan terjadi berulang kali, dianjurkan untuk mencari perhatian medis tepat waktu untuk mengklarifikasi diagnosis agar tidak menunda kondisi tersebut.