Kulit hijau kekuningan atau coklat kehijauan paling sering disebabkan oleh penyakit kuning, yang merupakan tanda dan gejala menguningnya kulit, sklera dan selaput lendir akibat peningkatan bilirubin dalam serum. Berikut ini adalah bagaimana penyakit ini didiagnosis. Langkah pertama adalah menentukan apakah ada penyakit kuning. Kulit dan selaput lendir yang menguning tidak selalu berarti bahwa ada penyakit kuning, tetapi mungkin disebabkan oleh konsumsi makanan karotenoid dalam jumlah besar atau obat-obatan tertentu. Tidak adanya selaput lendir kulit yang menguning tidak selalu berarti tidak ada penyakit kuning (invisible jaundice), ketika total serum bilirubin >17,1 μmol/L, tetapi L, yang tidak mudah terdeteksi dengan mata telanjang, juga dikenal sebagai penyakit kuning subklinis. Ada atau tidaknya penyakit kuning ditentukan oleh jumlah bilirubin serum total, dan bilirubin serum apa pun >17,1 μmol/L dianggap sebagai penyakit kuning. Kedua, jelas jenis ikterus apa yang ada. Klasifikasi ikterus adalah ikterus hemolitik, hepatoseluler, kolestatik, dan ikterus non-haemolitik kongenital. Pada ikterus hemolitik terdapat anemia, retikulositosis, bilirubin tak terkonjugasi, urobilinogen (+), bilirubin urin (-) dan hiperplasia garis merah yang ditandai di sumsum tulang, yang menjadi dasar diagnosis.