Angin musim gugur adalah angin yang dingin, jadi penting untuk berhati-hati ketika Anda mengalami “kaki dingin”. “Kaki dingin” adalah nama umum untuk osteoartritis sendi lutut, yang ditandai dengan rasa dingin, pegal, mati rasa, nyeri, dan masalah mobilitas pada tungkai bawah dan persendian, yang sering kambuh atau memburuk pada musim gugur dan musim dingin karena angin dan dingin, dan tidak efektif setelah bertahun-tahun pengobatan. Terjadinya osteoartritis lutut berkaitan erat dengan perubahan iklim. Inilah sebabnya mengapa para lansia harus sangat berhati-hati di musim gugur. Orang tua dengan kaki dingin harus tetap hangat dan mengenakan pakaian dan kaus kaki yang lebih tebal. Rendam kaki Anda dalam air panas dan oleskan kompres panas ke lutut Anda secara teratur. Sebaiknya tidak menggunakan bantalan lutut untuk menjaga lutut tetap hangat, karena bantalan lutut sangat elastis dan memengaruhi sirkulasi di sekitar lutut, sehingga lebih sulit untuk menggerakkan lutut. Penting juga untuk memperhatikan perawatan kesehatan lutut dan melakukan latihan fisik yang wajar, seperti tai chi, jogging, dan berbagai senam. Orang yang lebih tua harus mendapatkan lebih banyak sinar matahari, memperhatikan perlindungan terhadap dingin dan lembab, dan tetap hangat agar sendi lutut dapat beristirahat. Setelah rasa sakit mereda, berjalanlah perlahan-lahan di permukaan yang datar sekali atau dua kali sehari selama 20 sampai 30 menit setiap kali. Cobalah untuk mengurangi latihan menahan beban untuk sendi lutut seperti berjalan naik turun tangga dan berlari untuk menghindari dan mengurangi keausan pada tulang rawan sendi. Lansia yang suka berolahraga tidak boleh berada dalam satu posisi dalam jangka waktu yang lama, dan tidak boleh melakukan latihan seperti menekuk dan meregangkan lutut secara berulang-ulang, menggosok patela, dan menggoyangkan lutut. Latihan khusus untuk lansia adalah: duduk atau berbaring telentang, luruskan lutut, kencangkan otot paha, tekuk kaki ke arah kepala, dan kencangkan otot betis, setiap kali selama tiga atau empat detik, 10 kali dalam satu menit, selama tiga atau empat menit. Hal ini dapat dilakukan tiga atau empat kali sehari.