Seiring bertambahnya usia, terjadi perubahan degeneratif yang tidak dapat dipulihkan pada sel-sel pendengaran dan sistem saraf pendengaran, yang mengakibatkan gangguan pendengaran, yang dikenal sebagai tuli terkait usia. Tidak ada pengobatan yang sangat efektif untuk kondisi ini, jadi penting untuk memperhatikan pencegahan dan pengobatan ketulian dan untuk memperlambat timbulnya dan perkembangan ketulian pada lansia. Pencegahan dan perawatan pendengaran bagi lansia harus dilakukan dengan cara: 1. Menghindari rangsangan kebisingan. Kebisingan di atas 90 desibel dapat merusak pendengaran, seperti kebisingan di lingkungan kerja (mesin, motor), peralatan audio di rumah, petasan harus dilindungi dan dikontrol, dan jangan menghabiskan waktu yang lama di area dengan kebisingan tinggi, seperti ruang dansa dan tempat-tempat bising. 2. Mencegah keracunan obat pada lansia. Hati-hati dengan obat-obatan beracun seperti streptozotocin, gentamisin dan sulfonamida, terutama bagi orang tua yang sudah tuli. Jika Anda perlu menggunakannya, kombinasikan dengan obat penghidrasi atau detoksifikasi untuk mengurangi atau meringankan efek toksik dari obat tersebut. Selain itu, amati dengan cermat reaksi toksik awal selama penggunaan obat, deteksi dini dan hentikan obat tepat waktu. 3. Kendalikan diet tinggi lemak dan konsumsi makanan sehat. Mengonsumsi vitamin C, E dan vitamin B tidak hanya penting untuk mempertahankan fungsi fisiologis normal tubuh, tetapi juga untuk mencegah arteriosklerosis dan memperlambat penuaan. Menjaga kebiasaan gaya hidup sehat, berhenti merokok dan kurangi minum alkohol. Sejumlah kecil alkohol dapat meningkatkan sirkulasi darah dan metabolisme, yang bermanfaat bagi kesehatan lansia, dan jangan minum alkohol yang kuat. Minumlah lebih banyak teh, yang mengandung berbagai vitamin, asam amino dan protein, dan minumlah teh secara ringan. Berpartisipasi aktif dalam latihan fisik, menggabungkan kerja dan istirahat, menghindari kelelahan yang berlebihan dan emosi yang berlebihan. 4, pencegahan dan pengendalian hiperlipidaemia, penyakit kardiovaskular, diabetes dan penyakit sistemik lainnya.