Tinnitus adalah suara abnormal yang dihasilkan oleh telinga tanpa adanya rangsangan eksternal. Pasien dengan tinnitus neurologis mungkin merasakan suara monoton atau campuran di telinga mereka, seperti suara berdengung, jangkrik, atau desis. Suara ini sebenarnya tidak ada di lingkungan sekitar, tetapi merupakan sensasi di telinga (halusinasi pendengaran). Tinnitus bisa bersifat sementara atau persisten, dan dalam kasus yang parah bisa sangat mengganggu sehingga Anda tidak bisa beristirahat sejenak. Obat adalah pengobatan yang lebih disukai: vasodilator, obat bergizi, anti-kecemasan dan anti-depresan dapat digunakan. Ini termasuk SSRI, lidokain dan benzodiazepin. Psikoterapi dapat mengurangi kecemasan dan relaksasi, yang dapat memperbaiki tinitus sampai batas tertentu. Jika pengobatan oral tidak efektif, terapi masking juga merupakan pilihan: ini adalah penggunaan perangkat masking yang menghasilkan sinyal dengan frekuensi yang mirip dengan suara tinitus untuk menutupi dan menekan tinitus, dan ketika suara masking dihilangkan, tinitus berkurang atau menghilang. Terapi oksigen hiperbarik juga dapat digunakan: Oksigen hiperbarik adalah metode pengobatan baru untuk tinnitus. Prinsipnya adalah untuk meningkatkan kadar oksigen darah, memperbaiki kerusakan hipoksia pada reseptor pendengaran dan meningkatkan pemulihan fossa telinga dan fungsi saraf pendengaran. Terapi oksigen hiperbarik tidak dianjurkan bagi mereka yang tidak memiliki tuba eustachius paten. Kesimpulannya, untuk mengobati tinitus neurogenik, penting untuk menemukan penyebabnya dan mengambil tindakan pengobatan relatif. Jangan mengonsumsi obat secara membabi buta sendiri.