Anda juga bisa menjadi psikiater dengan cepat

Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan, metode dan cara untuk mengidentifikasi apakah seseorang itu normal atau tidak normal secara fisik pun semakin jelas. Saat ini, semakin banyak orang yang peduli dengan kesehatan mental. Bagaimana seseorang dapat mengetahui apakah seseorang normal secara psikologis atau tidak? Apa saja kriteria untuk menentukan apakah seseorang normal secara psikologis atau tidak? Apa yang dimaksud dengan psikologi abnormal? Hingga saat ini, perspektif penelitian berbeda dan terdapat perbedaan pandangan dan definisi psikologi abnormal di antara berbagai aliran pemikiran, dan masih sangat sulit untuk mendefinisikan psikologi abnormal secara jelas. Penjelasan umumnya adalah bahwa ada perubahan abnormal dalam proses mental dan karakteristik psikologis individu, gangguan pada struktur dan fungsi otak, atau gangguan atau distorsi dalam refleksi seseorang terhadap realitas objektif. Faktanya, normalitas dan abnormalitas psikologis bersifat relatif; kesehatan dan normalitas yang absolut sulit ditemukan. Normal dan abnormal mungkin secara fundamental berbeda dalam beberapa kasus, tetapi, dalam banyak kasus, mereka mungkin berbeda dalam derajat. Oleh karena itu: tidak ada kriteria yang benar-benar seragam dan ringkas untuk menentukan apakah seseorang secara psikologis tidak normal atau tidak, dan sejauh mana. Jika seseorang dapat bertindak dengan cara yang sesuai secara sosial dan kondisi mental serta pola perilakunya dapat dipahami oleh orang awam, meskipun terkadang ia mengalami kecemasan atau depresi ringan, ia tidak dianggap berada di luar batas normal secara psikologis. Dengan kata lain: normalitas psikologis adalah rentang normalitas yang memperbolehkan adanya perbedaan. Masalah psikologis Kebingungan dalam aspek psikologis kehidupan masyarakat yang sering dijumpai dan berkaitan dengan perkembangan pribadi (pencarian pekerjaan, pilihan karier, penyesuaian sosial, pernikahan emosional, hubungan interpersonal, hubungan keluarga, dll.) Meskipun individu mungkin menganggap masalah ini mengganggu dan berdampak pada kehidupan, studi, dan pekerjaannya, masalah ini tidak memerlukan pengobatan karena berlangsung dalam jangka waktu yang singkat, lebih mudah diatasi, dan bagi sebagian besar orang tidak disertai dengan gejala somatik: Suasana hati yang buruk dalam waktu singkat ini tidak termasuk dalam kategori penyakit dan tidak disebut sebagai kelainan psikologis. Perbedaan akal sehat (perbedaan orang awam antara psikologi normal dan abnormal) 1. Ketika terjadi ucapan, pikiran, dan perilaku yang aneh; 2. Ketika terjadi pengalaman dan ekspresi emosional yang berlebihan; 3. Ketika fungsi sosial seseorang tidak lengkap; 4. Ketika hal tersebut memengaruhi kehidupan sosial orang lain. Prinsip kesatuan antara dunia subjektif dan objektif Setiap aktivitas atau perilaku mental yang normal harus konsisten dalam bentuk dan isi dengan lingkungan objektif. Jika seseorang mengatakan bahwa dia melihat atau mendengar sesuatu, tetapi tidak ada stimulus di dunia objektif pada saat itu yang menyebabkan persepsi ini, maka dianggap bahwa aktivitas mental orang tersebut tidak normal dan dia berhalusinasi. Aktivitas mental manusia secara artifisial dibagi menjadi komponen kognitif, emosional, afektif, dan perilaku, tetapi pada kenyataannya itu adalah satu kesatuan yang lengkap dengan hubungan yang koheren antara berbagai proses mental. Jika seseorang mengatakan kepada orang lain hal-hal yang menyenangkan dengan nada suara yang rendah, itu berarti proses mentalnya telah kehilangan koherensinya. Prinsip stabilitas relatif kepribadian Setiap orang membentuk karakteristik psikologisnya sendiri yang unik dalam perjalanan hidup jangka panjangnya, yang relatif stabil dan umumnya tidak mudah berubah tanpa perubahan eksternal yang besar. Jika seseorang yang berhati-hati dengan uang tiba-tiba menghambur-hamburkannya seperti uang dan tidak ada alasan yang dapat ditemukan dalam keadaan hidupnya yang akan mendorongnya untuk berubah, maka dapat dikatakan bahwa aktivitas mentalnya mungkin menyimpang dari jalur normal. Kriteria untuk menilai ketidaknormalan psikologis Jiwa yang normal dan tidak normal adalah sebuah kontinum yang bertahap dan perbedaannya sering kali relatif, tetapi ada batas-batas yang relatif di antara keduanya. Kriteria empiris ini mengacu pada dua aspek. Pertama, mengacu pada perasaan subjektif pengunjung, yaitu mereka merasa cemas, tertekan, atau memiliki perasaan tidak nyaman yang tidak dapat mereka tentukan; dalam beberapa kasus, mungkin ada ketidaknormalan psikologis tanpa perasaan tidak nyaman seperti itu, misalnya ketika orang yang dicintai meninggal dunia, ketidaknormalan psikologis perlu dipertimbangkan jika tidak ada kesedihan sama sekali. Kedua, dari sudut pandang praktisi, praktisi menilai apakah pengunjung normal secara psikologis atau tidak berdasarkan teori profesional dan pengalaman praktisnya. Tentu saja, ada sejumlah subjektivitas dalam penilaian ini. Namun, karena sebagian besar dokter telah menerima pendidikan profesional dan praktik klinis, biasanya ada standar evaluasi yang sama di antara para dokter. Dengan demikian, sebagian besar gangguan psikologis masih dapat disepakati di antara spesialis yang berbeda. Namun, mungkin ada ketidaksepakatan pada sejumlah kecil pasien. Kriteria statistik Para ilmuwan telah menggunakan prinsip-prinsip statistik matematika untuk mempelajari karakteristik psikologis orang dan menemukan bahwa kebanyakan orang berada dalam keadaan perubahan yang terus menerus dalam fenomena psikologis. Dalam kisaran ini, mayoritas orang di tengah berada dalam kisaran normalitas psikologis, sedangkan dua ujung kisaran yang jauh dari tengah dianggap “tidak normal”. Oleh karena itu, untuk menentukan apakah seseorang normal secara psikologis atau tidak, seseorang dapat menggunakan tes psikologis untuk menilai sejauh mana karakteristik psikologis tertentu menyimpang dari rata-rata dalam konsultasi. Semakin besar deviasi dari rata-rata, semakin tidak normal. Tentu saja, metode penentuan normalitas psikologis ini juga didefinisikan secara artifisial dan ada keterbatasan dalam penggunaan klinisnya. Namun, kriteria ini memiliki kelemahan, misalnya, orang dengan kecerdasan luar biasa atau kreativitas luar biasa sangat jarang ditemukan dalam populasi, tetapi jarang dianggap patologis. Banyak praktisi medis percaya bahwa fenomena psikologis pada manusia disebabkan oleh perubahan pada beberapa aspek tubuh, yang mungkin bersifat patologis, pada tingkat molekuler, atau bahkan bersifat genetik. Jika perubahan ini dapat dideteksi oleh beberapa instrumen medis, maka dokter dapat menentukan bahwa orang tersebut memiliki gangguan psikologis. Ini adalah kriteria objektif yang sangat penting, tetapi tidak memuaskan, karena sebagian besar gangguan psikologis tidak dapat didiagnosis dengan tes medis yang mengungkapkan adanya kelainan fisik. Kriteria Adaptasi Sosial Perilaku orang normal pada umumnya sesuai dengan persyaratan sosial dan standar moral. Jika seseorang tidak berperilaku dengan cara yang dapat diterima secara sosial, jika perilakunya tidak dapat diterima oleh orang-orang di sekitarnya atau bahkan oleh teman dan keluarganya, atau jika perilaku tersebut berbeda secara signifikan dengan perilaku sebelumnya, maka ia dapat dianggap memiliki gangguan psikologis. Keempat kriteria yang disebutkan di atas memiliki nilai tertentu dalam menentukan apakah seseorang secara psikologis normal atau tidak normal, tetapi seringkali tidak dapat digunakan sendiri untuk menyelesaikan semua masalah. Dalam praktiknya, dokter yang berpengalaman harus melakukan analisis ilmiah terhadap berbagai gambaran mental melalui praktik klinis yang luas, dan pada saat yang sama, mempertimbangkan pengaruh usia, wilayah, waktu, adat istiadat sosial dan budaya terhadap gambaran mental untuk menentukan apakah konseli secara psikologis normal atau tidak melalui kombinasi yang fleksibel dari berbagai faktor. Gangguan psikologis ringan hingga berat (sesuai dengan tingkat penyimpangan psikologis dari norma) 1 .Gangguan psikologis ringan: kemampuan hidup dan fungsi sosial pada dasarnya masih utuh, dapat bekerja dan hidup secara normal, secara dangkal tidak jauh berbeda dengan orang normal seperti: gangguan obsesif-kompulsif, gangguan kecemasan, dan jenis-jenis neurosis. 2 . Gangguan jiwa berat: tidak dapat menjalankan kehidupan sosial yang normal, fungsi aktivitas mental manusia mengalami gangguan serius seperti: skizofrenia, psikosis reaktif, psikosis emosional, dll. 3 . Gangguan psikofisiologis: seperti hipertensi primer, penyakit jantung koroner, diabetes, asma, tukak lambung, penyakit saluran cerna fungsional, gangguan mood pramenstruasi, dan penyakit psikosomatis lainnya. 4. Gangguan psikologis yang terkait dengan penyakit organik somatik. 5. Gangguan kepribadian. 6. Masalah perilaku dan kebiasaan perilaku buruk: misalnya kecanduan tembakau, kecanduan alkohol, kecanduan narkoba, anoreksia dan bulimia, kecanduan internet, dll. 7. Gangguan psikologis yang timbul dari kondisi khusus: misalnya gangguan mental pada kondisi seperti heroin, tembakau, dan alkohol.