Ada 4 tingkat kematangan plasenta: 0, 1, 2, 3. Tingkat 2 menunjukkan plasenta yang matang. Tingkat kematangan plasenta biasanya ditentukan dengan USG, yang didasarkan pada vili korionik, parenkim, dan lapisan basal plasenta. tingkat 0 mengacu pada plasenta yang belum matang, biasanya sebelum usia kehamilan 28 minggu. tingkat 1 berarti plasenta pada dasarnya sudah matang, sebagian besar terlihat antara usia kehamilan 29-36 minggu. tingkat 2 berarti plasenta sudah matang, paling sering terlihat setelah usia kehamilan 36 minggu. tingkat 3 berarti plasenta sudah matang dan cenderung menua, serta fungsi plasenta mulai menurun, yang dapat memengaruhi pengangkutan oksigen dan nutrisi secara normal. Tingkat 3 menunjukkan bahwa plasenta telah matang dan cenderung menua, dan fungsi plasenta mulai menurun, yang dapat memengaruhi pengangkutan normal oksigen dan nutrisi, dan dapat menimbulkan risiko tertentu pada janin, dan paling sering terjadi setelah usia kehamilan 38 minggu. Wanita hamil dengan tekanan darah tinggi atau diabetes selama kehamilan mungkin memiliki plasenta yang matang sebelum waktunya atau bahkan menua, dan memerlukan pengobatan tepat waktu untuk meningkatkan fungsi plasenta.