Pusing bukanlah fenomena yang hanya terjadi pada pasien dengan infark serebral, tetapi dapat terjadi pada banyak kasus. Contohnya, pasien infark serebral yang telah lama terbaring di tempat tidur di rumah sakit, mungkin merasa pusing dan tidak nyaman ketika pertama kali mulai berjalan dan bergerak setelah keluar dari rumah sakit. Pasien lain mungkin menderita pusing karena kurang tidur, pola makan yang buruk atau bahkan masalah emosional. Oleh karena itu, adalah normal bagi pasien infark serebral untuk mengalami pusing setelah keluar dari rumah sakit dan tidak perlu terlalu khawatir. Pasien hanya perlu memperhatikan istirahat, makan dengan benar, berolahraga dengan tepat dan menyesuaikan pola pikir mereka, dan sebagian besar gejala pusing pasien dapat diperbaiki. Jika pasien masih merasa pusing atau pusingnya memburuk secara progresif setelah penyesuaian di atas, pasien dapat pergi ke rumah sakit untuk CT kranial lanjutan atau MRI untuk mengesampingkan kekambuhan infark serebral.