Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ‘nyeri tumbuh’?
Tumbuh kembang adalah fenomena fisiologis yang unik pada anak-anak selama masa percepatan pertumbuhan mereka dan paling sering terlihat pada anak-anak berusia 3-12 tahun yang tumbuh normal. Ini adalah rasa sakit di sekitar sendi lutut atau di bagian depan tungkai bawah pada anak-anak tanpa riwayat trauma, gerakan normal dan tidak ada kemerahan, bengkak atau tekanan pada jaringan lokal. Setelah dilakukan pemeriksaan, anak dianggap mengalami ‘growing pains’ ketika kondisi lain telah disingkirkan.
Ada 3 karakteristik utama nyeri tumbuh kembang
Dokter pertama-tama akan memeriksa apakah rasa sakit itu disebabkan oleh penyakit lain dan hanya akan memutuskan bahwa anak mengalami nyeri tumbuh ketika kemungkinan penyebab lain telah disingkirkan. Karena bayi sering kali tidak dapat mengekspresikan pikiran dan perasaannya dengan jelas, orang tua perlu mengetahui hal ini sebelumnya sehingga mereka dapat membuat diagnosis yang lebih akurat.
Fitur 1: Sebagian besar nyeri tungkai bawah
Nyeri tumbuh paling sering terjadi di bagian depan lutut, betis dan paha, kadang-kadang di daerah selangkangan, dan rasa sakitnya biasanya di luar sendi. Biasanya nyeri bersifat bilateral, tetapi ada juga nyeri di satu sisi.
Fitur 2: Sebagian besar nyeri otot
Nyeri yang tumbuh sebagian besar adalah nyeri otot, bukan nyeri sendi atau tulang. Tidak ada kemerahan, bengkak atau panas di area nyeri.
Fitur 3: Rasa sakit sebagian besar di malam hari
Ciri yang paling umum dari nyeri tumbuh adalah hampir selalu terjadi pada malam hari. Apakah mungkin anak-anak tidak merasakan sakit di siang hari? Tidak demikian. Pada siang hari, anak-anak lebih aktif, jadi meskipun mereka merasa tidak nyaman, mereka mungkin tidak menyadarinya karena mereka fokus pada hal-hal lain. Pada malam hari, ketika anak sudah rileks dan siap untuk istirahat malam yang nyenyak, “rasa sakit” bisa sangat tidak nyaman dan bahkan tak tertahankan.
Meskipun nyeri tumbuh gigi bukanlah penyakit, orang tua harus membawa anak mereka ke rumah sakit sesegera mungkin untuk mendiagnosis kondisi tersebut dan tidak mengabaikannya.
Apakah “nyeri tumbuh gigi” merupakan kekurangan kalsium?
Masih ada pandangan yang berbeda mengenai hubungan antara nyeri tumbuh kembang dan kalsium, fosfor, dan alkali fosfatase. Beberapa orang percaya bahwa tidak ada hubungan antara nyeri tumbuh dengan kadar kalsium dan fosfor dalam darah, dan dalam sebuah survei terhadap 2.837 anak sekolah dasar dan menengah di sebuah sekolah, semua anak dengan diagnosis nyeri tumbuh memiliki kadar kalsium dan fosfor dalam darah dalam kisaran normal. Namun, penelitian oleh beberapa ahli menunjukkan bahwa terjadinya nyeri tumbuh pada anak-anak agak terkait dengan kekurangan kalsium, yang mungkin disebabkan oleh perkembangan tulang pada anak-anak dan ketegangan neuromuskuler yang menyebabkan nyeri tarikan. Selain itu, kalsium memiliki efek penghambatan pada eksitasi saraf, dan kekurangan kalsium dapat meningkatkan rangsangan neuromuskuler, sehingga menyebabkan nyeri otot atau kejang otot, dll.
Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk mengatasi nyeri tumbuh kembang pada anak?
Untuk meredakan nyeri tumbuh kembang dengan baik, Anda dapat mempertimbangkan beberapa cara berikut ini.
1. Alihkan perhatian
Ajaklah bayi Anda untuk bercerita, bermain game, bermain dengan mainan, menonton film kartun, dll. Dorongan dan dukungan moral dari orang tua adalah cara yang paling penting untuk meredakan nyeri.
2. Kompres panas lokal dan pijat
Ibu dan ayah dapat menggunakan handuk panas untuk memijat atau mengompres bagian tubuh bayi yang sakit, yang dapat meringankan ketegangan anak dan dengan demikian meringankan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh rasa sakit. Saat memijat, pastikan untuk memperhatikan kekuatan pijatan, agar bayi dapat tertidur di bawah sentuhan lembut.
3. Suplementasi nutrisi
Berikan bayi Anda lebih banyak nutrisi yang mendorong pertumbuhan jaringan tulang rawan. Susu, tulang, kenari, dan telur semuanya mengandung elastin dan kolagen. Vitamin C baik untuk sintesis kolagen. Biarkan bayi Anda makan lebih banyak sayuran hijau, daun bawang, bayam, jeruk dan jeruk bali.
4. Kurangi olahraga berat
”Tumbuh kembang bukanlah penyakit dan tidak memerlukan pembatasan aktivitas, tetapi jika rasa sakitnya parah, biarkan anak Anda beristirahat lebih banyak dan mengendurkan otot-ototnya serta tidak melakukan aktivitas berat.
Growing pains adalah fenomena fisiologis yang unik pada anak-anak selama masa pertumbuhan dan perkembangan mereka, kebanyakan terlihat pada anak usia 3-12 tahun yang tumbuh dengan normal.