Setiap orang tua ingin bayi mereka tumbuh semakin tinggi, tetapi banyak penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa selain faktor genetik, faktor-faktor seperti nutrisi dan olahraga juga memiliki dampak yang besar pada pertumbuhan bayi. Meskipun para orang tua sadar akan pentingnya tinggi badan, mereka masih memiliki sedikit pemahaman tentang bagaimana membuat bayi mereka tumbuh lebih tinggi. Terkadang, beberapa kesalahan yang dilakukan orang tua dapat dengan mudah menyebabkan bayi tidak tumbuh lebih tinggi!
Kesalahan 1: Memberi makan terlalu banyak
Jika Anda ingin bayi Anda mendapatkan nutrisi yang baik dan tumbuh dengan cepat, banyak generasi tua yang membiarkan bayi mereka makan lebih banyak. Para ahli mengatakan bahwa ketika seseorang lapar, mereka akan mendorong kelenjar hipofisis untuk mengeluarkan lebih banyak hormon pertumbuhan, yang dapat merangsang pertumbuhan tulang anak-anak. Namun, makan berlebihan dapat memengaruhi sekresi hormon pertumbuhan, sehingga bayi tidak tumbuh lebih tinggi.
Selain itu, nutrisi yang berlebihan dapat menyebabkan perkembangan seksual dini, yang mengakibatkan kematangan seksual dini. Bayi-bayi tersebut mungkin lebih tinggi dari teman sebayanya pada usia tertentu, atau setidaknya tidak lebih pendek, tetapi perkembangan tulang yang terlalu dini menyebabkan penutupan epifisis lebih awal sebelum percepatan pertumbuhan, yang pada akhirnya membuat mereka menjadi pendek.
Saran: Orang tua harus memperhatikan fakta bahwa cukup memberikan bayi mereka hanya delapan porsi makanan yang mengenyangkan setiap kali makan. Selain itu, mereka harus memperhatikan gizi seimbang untuk menghindari bayi mereka mengembangkan kebiasaan buruk memilih-milih makanan dan makan secara parsial, serta memperhatikan asupan protein harian, tanpa mengabaikan sayuran dan buah-buahan berdaun hijau.
Kesalahan 2: Tinggal di rumah dan tidak keluar rumah
Saat ini, banyak orang tua yang tinggal di rumah pada hari Sabtu dan Minggu untuk beristirahat, sehingga banyak bayi yang tinggal di rumah pada hari libur untuk bermain video game atau menonton TV. Padahal, sinar matahari membantu mendorong pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sulit bagi bayi untuk tumbuh jika mereka tinggal di rumah di tempat teduh untuk waktu yang lama.
Matahari kaya akan sinar infra merah dan ultraviolet, yang dapat melebarkan pembuluh darah, melancarkan peredaran darah, dan merangsang hematopoiesis sumsum tulang, sinar ultraviolet dapat membunuh bakteri dan virus di kulit dan udara, mempercepat sintesis vitamin D di dalam tubuh, meningkatkan metabolisme kalsium dan fosfor di dalam darah, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi, serta mencegah anemia dan rakhitis.
Saran: Manfaatkan hari libur untuk membawa bayi Anda ke luar rumah! Berjemur secara ilmiah tidak hanya meningkatkan penyerapan kalsium, tetapi juga meningkatkan tingkat aktivitas bayi Anda dengan berlari dan melompat. Dianjurkan untuk memilih jam 9 pagi dan 4 sore untuk berjemur, 2 jam sehari sudah cukup.
Kesalahan 3: Duduk dan bermain dengan mainan sepanjang hari
Bayi senang bermain dengan mainan, terutama ketika mereka membeli banyak mainan edukatif untuk bayi, dengan harapan dapat meningkatkan perkembangan otak mereka dan menjadi lebih cerdas. Namun, ketahuilah bahwa duduk diam dalam jangka waktu yang lama dapat berdampak besar pada perkembangan fisik dan koordinasi bayi Anda.
Olahraga, terutama berjalan, berlari, dan melompat, menarik persendian dan memberi tekanan pada tulang panjang tubuh, sehingga merangsang perkembangan tulang rawan di ujung tulang dan merangsang tubuh untuk mengeluarkan hormon pertumbuhan, yang membantu bayi tumbuh lebih tinggi. Namun, jika bayi Anda tidak bergerak dalam waktu yang lama, ia dapat menjadi pendek.
Saran: Pengaturan yang masuk akal untuk aktivitas bayi Anda dan pemahaman ilmiah yang baik tentang jumlah latihan dapat membantu bayi Anda tumbuh lebih tinggi. Latihan aktif adalah untuk membantu bayi Anda melakukan beberapa latihan mengangkat kepala, merangkak atau berputar. Latihan pasif adalah melakukan beberapa senam bayi, pijatan dan sentuhan untuk bayi Anda, yang juga bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi Anda; Bayi berusia 1-2 tahun: lebih banyak latihan berlari dan melompat, menampar bola, dan lompat dua kaki akan membantu bayi Anda tumbuh lebih tinggi; Bayi berusia 2-3 tahun: lompat tali, trampolin, dan lompat satu kaki adalah latihan yang baik untuk tumbuh lebih tinggi, tetapi ketahuilah bahwa angkat besi, lari jarak jauh, dan latihan halter tidak terlalu kondusif untuk pertumbuhan. Lihat saja para atlet dalam jenis olahraga ini.
Kesalahan 4: Membangunkan bayi Anda terlalu pagi
Orang tua yang harus pergi bekerja lebih awal harus membangunkan bayi mereka lebih awal agar mereka dapat membantu mereka menyegarkan diri dan sarapan sebelum dikirim ke kamar bayi. Namun ternyata membangunkan bayi Anda terlalu pagi dan mengganggu tidurnya dapat mempengaruhi perkembangan tinggi badannya!
Agar bayi Anda tumbuh lebih tinggi, terutama di musim semi, musim pertumbuhan bayi, penting untuk memastikan bahwa bayi Anda mendapatkan tidur yang cukup, setidaknya 8 jam sehari. Ini karena sekresi hormon pertumbuhan meningkat secara signifikan dalam waktu 45-90 menit setelah seseorang tertidur, dan lebih dari setengah jumlah hormon pertumbuhan sepanjang hari disekresikan pada malam hari. Bayi hanya mengeluarkan hormon pertumbuhan saat mereka tertidur, bukan saat mereka terjaga. Jadi, jangan berpikir bahwa membiarkan bayi Anda tidur lebih awal adalah hal yang baik, karena membangunkan bayi Anda terlalu dini juga dapat memengaruhi sekresi hormon pertumbuhan!
Saran: Jangan biarkan bayi Anda menjadi burung hantu malam. Ciptakan suasana tidur yang baik untuk bayi Anda saat ia tidur di malam hari dan jaga agar lingkungan sekitar tetap tenang agar ia dapat tertidur lebih cepat. Pastikan bayi Anda cukup tidur setiap hari dan usahakan agar ia bangun secara alami di pagi hari.
Kesalahan 5: Memberi bayi Anda suplemen kalsium secara sembarangan
Kita semua tahu bahwa kalsium sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda, sehingga beberapa orang tua fokus memberikan suplemen kalsium pada bayi mereka, karena khawatir bahwa mereka tidak akan memiliki cukup kalsium dalam tubuh mereka sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.
Para ahli mengatakan bahwa suplementasi kalsium yang berlebihan dapat menyebabkan penutupan epifisis dini pada anak-anak. Seiring bertambahnya usia, epifisis mereka akan sembuh dan pematangan tulang semakin cepat. Sebelum epifisis menutup, besarnya dan potensi pertumbuhan lebih besar. Jika epifisis menutup sebelum waktunya, pasti akan membatasi tinggi badan bayi.
Saran: Secara umum, suplementasi kalsium dengan makanan lebih aman daripada obat-obatan, dan makan makanan normal tidak akan menyebabkan kelebihan kalsium. ASI dan susu formula harus menjadi suplemen kalsium yang lebih disukai untuk bayi. Untuk bayi yang lebih besar, selain produk susu, makanan seperti produk kedelai, udang dan ikan dapat diberikan sebagai suplemen. Cara teraman untuk meningkatkan penyerapan dan pengendapan kalsium adalah dengan membuat bayi Anda terpapar lebih banyak sinar matahari.