Arteriosklerosis serebral paling sering terlihat pada orang berusia di atas 50 tahun, lebih sering pada pria daripada wanita, dan pada wanita setelah menopause. Aterosklerosis serebral sering dikombinasikan dengan sklerosis arteri aorta, koroner, ginjal, dan perifer. Hipertensi, hiperlipidemia, hiperglikemia, dan hiperviskositas merupakan faktor risiko penting untuk aterosklerosis serebral. Aterosklerosis serebral merupakan dasar patologis yang penting untuk penyakit serius seperti demensia vaskular, epilepsi, sindrom Parkinson, dan kecelakaan serebrovaskular, termasuk perdarahan subaraknoid, serangan iskemik transien (TIA), infark serebral, dan perdarahan otak. Oleh karena itu, pencegahan dini dan pengobatan aterosklerosis serebral sangat penting. Pengobatan medis modern untuk penyakit ini umumnya menggunakan vasodilatasi, penurun lipid, anti agregasi trombosit, obat simtomatik dan terapi diet, yang memiliki kemanjuran tertentu, tetapi efek dari beberapa obat masih sulit untuk dipastikan. Oleh karena itu, orang yang menderita penyakit ini, terutama dalam perawatan kesehatan rutin mereka, dapat memperlambat perkembangan aterosklerosis serebral dengan penyesuaian pola makan yang tepat. Ketika diet tinggi lemak hewani dan kolesterol, sejumlah besar lipid dapat disimpan di dinding pembuluh darah, mempercepat timbulnya dan berkembangnya aterosklerosis. Diet pasien aterosklerosis harus memperhatikan hal-hal berikut: 1. Makan lebih banyak hidangan vegetarian dan kurangi minum alkohol: Hidangan vegetarian dan buah-buahan mengandung banyak vitamin C, kalium, dan magnesium. Vitamin C dapat mengatur metabolisme kolesterol dan mencegah perkembangan aterosklerosis, sekaligus meningkatkan kepadatan pembuluh darah. Alkohol, terutama anggur yang kuat, dapat meningkatkan aterosklerosis, di sisi lain, dapat menyebabkan stroke. 2, minyak nabati yang umum digunakan lebih sedikit lemak hewani: minyak nabati mengandung asam lemak tak jenuh, yang dapat meningkatkan kolesterol serum yang lebih rendah; sedangkan lemak hewani seperti lemak babi, krim, daging berlemak, jeroan hewani, kuning telur, dll. Mengandung kolesterol yang lebih tinggi. 3, diet ringan tapi tidak kenyang: diet ringan adalah tepat, karena diet asin, natrium akan masuk ke dinding pembuluh darah, membuatnya menebal, tekanan darah meningkat. Jumlah makanan harus sesuai, tidak boleh terlalu kenyang, jika tidak, tubuh akan menjadi terlalu gemuk sehingga menambah beban jantung. 4, protein makanan laut tidak boleh kurang: kekurangan protein dalam makanan, hal yang sama akan terjadi sklerosis pembuluh darah. Protein mengandung protein hewani dan protein kacang-kacangan untuk memasok tubuh dengan asam amino yang diperlukan, minum susu untuk menghilangkan lemak lebih baik. Makanan laut seperti rumput laut dan ikan laut kaya akan yodium, zat besi, kalsium, selenium, protein, dan asam lemak tak jenuh, yang dikenal sebagai nutrisi otak dan pengencer darah, serta memiliki efek menurunkan kolesterol dan mencegah aterosklerosis.