Waktu bertahan hidup pasien dengan aterosklerosis serebral bervariasi dari orang ke orang, dengan mempertimbangkan situasi spesifik, apakah penyakit lain digabungkan, seperti hipertensi, diabetes, hiperlipidemia, dll., dan juga terkait erat dengan usia, genetika, dan waktu onset. Pasien memerlukan pemeriksaan menyeluruh untuk menilai sistem arteri karotis dan arteri vertebralis, dan apakah terdapat stenosis intrakranial, seperti aterosklerosis serebral dengan lebih banyak plak dan sebagian besar plak yang tidak stabil, dan stenosis multipel pada pembuluh darah intrakranial, suatu kondisi yang dapat memengaruhi harapan hidup apabila terjadi pendarahan otak sekunder atau infark serebral yang lebih serius. Awal terjadinya aterosklerosis berkaitan erat dengan usia pasien, adanya penyakit penyerta lain, genetika, dll. Sebenarnya, harapan hidup umumnya tidak terpengaruh pada pasien dengan aterosklerosis serebral sederhana yang tidak berkembang menjadi infark serebral atau pendarahan otak. Pasien dengan aterosklerosis serebral harus secara aktif mengendalikan faktor risiko terkait, seperti hipertensi dan diabetes, untuk memperlambat perkembangan aterosklerosis.