Pasien dengan arteriosklerosis serebral juga dapat mengalami beberapa perubahan perilaku emosional. Misalnya, mereka mungkin mengalami penurunan kontrol diri, mudah marah, terkadang tertekan, terkadang bahagia dan mudah gelisah. Beberapa orang mudah tersinggung, curiga, panik, dan ragu-ragu dalam bertransaksi. Sebagian orang mengalami euforia dan tertawa terbahak-bahak. Gejala kejiwaan arteriosklerosis serebral dini terkadang ringan dan terkadang berat, bervariasi dari orang ke orang dan muncul secara bergantian. Kondisi ini sering kali salah didiagnosis sebagai “neurasthenia”, “neurosis”, atau “sindrom menopause”. Oleh karena itu, penting untuk waspada dan mendiagnosis kondisi ini sedini mungkin agar tidak dianggap sebagai penyakit mental.