Gejala diare kronis

  Diare kronis ditandai dengan peningkatan jumlah buang air besar yang nyata dan tinja yang encer, dan ditandai dengan durasi yang lama dan gejala yang berulang.  Perbedaan yang paling signifikan antara diare kronis dan diare akut adalah durasi penyakit, yang bisa berlangsung lebih dari 6 minggu, dan kekambuhan gejala diare. Pertama, jumlah buang air besar bisa meningkat, hingga tiga atau bahkan puluhan kali sehari. Jika penyakit ini tidak terkendali pada waktunya, penyakit ini dapat berkembang menjadi cairan encer, yang dapat mempengaruhi fungsi pencernaan, dan makanan yang tidak tercerna dapat ditemukan dalam tinja, dan dalam kasus yang parah, nanah dan darah atau lendir dapat terlihat dalam tinja. Hal ini dapat disertai dengan gejala sistemik seperti demam, mual dan muntah, nyeri dan distensi abdomen, serta bunyi usus yang hiperaktif. Sensasi terbakar di anus dapat terjadi selama buang air besar yang berkepanjangan, dengan urgensi dan rasa berat. Diare kronis sering dikaitkan dengan sejumlah penyakit kronis dan harus segera diperiksa untuk mencegah keterlambatan.  Diare kronis adalah kondisi klinis umum dengan etiologi yang kompleks dan perjalanan yang berkepanjangan. Tergantung pada penyebabnya, gejala klinis bisa bervariasi, dan diperlukan diagnosis klinis yang cermat, dengan mempertimbangkan riwayat medis dan pemeriksaan terperinci. Gejala harus segera diobati untuk menghindari memburuknya kondisi.