Saat kita memasuki musim panas dan musim gugur, kejadian diare pada bayi dan anak-anak meningkat secara signifikan. Diare akut dapat menyebabkan dehidrasi, sementara diare jangka panjang yang kronis dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, sehingga menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak-anak, jadi diare pediatrik tidak boleh diremehkan. Di musim panas dan musim gugur, telapak tangan anak-anak rentan berkeringat, yang menimbulkan bakteri, dan tangan kecil mereka suka memegang dan bermain dengan segala sesuatu yang mereka lihat, sehingga mudah terkontaminasi. Jadi, bagaimana sebaiknya Anda mencuci tangan anak Anda? Saya telah bertanya kepada banyak orang tua, mulai dari ibu dan ayah muda hingga kakek-nenek yang berpengalaman, dan sebagian besar dari mereka menggunakan metode “menyeka tangan dengan tisu basah”, “menyeka tangan dengan handuk basah”, “membilas tangan dengan air” dan “mencuci tangan dengan air”. “bilas tangan Anda dengan air”. Hari ini, saya ingin memberitahu Anda bahwa metode mencuci tangan ini salah dan tidak dapat membersihkan tangan anak Anda dari kuman dan virus. Bagaimana cara yang benar untuk mencuci tangan? Penelitian telah menunjukkan bahwa mencuci tangan dengan sabun dapat membersihkan 80% bakteri di tangan Anda sekali dan 90% bakteri di tangan Anda sekali lagi, secara efektif mencegah bakteri atau virus masuk ke dalam saluran pencernaan melalui mulut, sehingga mencegah terjadinya diare. Mencuci tangan dengan tisu basah atau handuk atau membilasnya dengan air tidak cukup untuk menyingkirkan bakteri. Beberapa orang tua khawatir, jika mereka mencuci tangan dengan sabun atau pembersih tangan, benda-benda ini akan masuk ke dalam mulut dan berbahaya bagi tubuh manusia. Sabun dapat dibilas dari tangan jika Anda membilasnya beberapa kali. Selain mencuci tangan anak Anda, orang tua juga harus mencuci tangan mereka secara teratur, terutama setelah membersihkan tinja anak mereka dan menyeka pantat mereka, karena tangan Anda tertutup E. coli.