Karena sebagian besar sel kanker prostat bergantung pada androgen, sel-sel tumor ini memerlukan androgen sebagai ‘nutrisi’ untuk tumbuh.
Terapi deprivasi androgen (ADT) adalah penggunaan pembedahan atau obat-obatan untuk memblokir efek nutrisi androgen pada sel-sel kanker prostat dan untuk ‘membuat mereka kelaparan’.
Pada orang normal, 90% androgen dalam darah berasal dari testis dan 10% lainnya dari kelenjar adrenal.
Pengangkatan testis melalui pembedahan, yang juga dikenal sebagai bedah debulking, menghilangkan sebagian besar sumber androgen dan mengurangi testosteron serum hingga kurang dari 5-10% dari tingkat aslinya, sementara dihidrotestosteron (DHT), androgen aktif di dalam prostat yang mempertahankan pertumbuhan sel tumor, berkurang hanya sekitar setengahnya, menyisakan sekitar 40% DHT dalam prostat. Androgen ini terutama berasal dari adrenal.
Androgen ini terutama berasal dari adrenal, sehingga pasien masih perlu mengonsumsi obat anti-androgen oral (misalnya bicalutamide, flutamide) untuk memblokir efek androgen yang disekresikan oleh kelenjar adrenal dan untuk memaksimalkan “nutrisi” sel tumor oleh androgen untuk pengobatan yang optimal.