Bagaimana cara mencegah penyakit flu?

Influenza, atau hanya influenza, adalah infeksi saluran pernapasan akut virus yang disebabkan terutama oleh virus influenza yang umum dalam suatu populasi. Influenza sangat menular dan menyebar dengan cepat, menyebabkan epidemi tahunan dan secara historis menyebabkan pandemi influenza setiap beberapa dekade, memuakkan dan bahkan membunuh banyak orang dalam waktu singkat. Seseorang yang terkena influenza mengembangkan kekebalan yang bertahan lama, dan seseorang tidak akan terkena influenza berulang kali dalam waktu singkat. Gejala Utama Demam, sakit kepala, mialgia, malaise, rinitis, sakit tenggorokan, dan batuk adalah gejala infeksi virus influenza. Di antara gejala-gejala tersebut, demam tinggi yang tiba-tiba merupakan gejala utama yang khas dan merupakan gejala pertama influenza. Suhu tubuh pasien biasanya mencapai 39-40°C, dan demam tinggi sering kali berlangsung selama tiga sampai empat hari. Influenza dapat memperburuk penyakit yang mendasari (misalnya penyakit jantung-paru) atau menyebabkan pneumonia. Orang lanjut usia dan mereka yang menderita berbagai penyakit kronis atau memiliki kondisi tubuh yang lemah rentan terhadap komplikasi serius dan memiliki tingkat kematian yang tinggi setelah menderita influenza. Poin untuk pencegahan publik 1, menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan yang baik; 2, sering mencuci tangan, dengan sabun dan air mengalir; 3, sering membuka jendela dan ventilasi, olahraga ringan, istirahat yang cukup, hindari kelelahan yang berlebihan; 4, batuk dan bersin untuk menutupi mulut dan hidung, jangan berhadapan dengan orang lain, pasien influenza harus memakai masker; 5, pada masa influenza, usahakan untuk tidak ke tempat keramaian; usahakan untuk memakai masker; 6, mendapatkan vaksinasi influenza. Anak-anak di bawah 12 tahun tidak diperbolehkan menerima vaksin virus utuh yang tidak aktif. Penularan Penularan dapat disebabkan oleh batuk dan bersin dari orang yang terinfeksi. Orang normal juga dapat terinfeksi dengan menyentuh benda-benda yang mengandung virus influenza dan kemudian menyentuh mulut dan hidung mereka sendiri. Diagnosis Manifestasi klinis influenza tidak terlalu khas dan dapat dengan mudah dikacaukan dengan flu biasa atau infeksi saluran pernapasan akut. Oleh karena itu, influenza perlu didiagnosis dengan kombinasi riwayat epidemiologi, gejala klinis, dan tes patogenetik. 1. Influenza dan flu biasa (Shanggai, umumnya dikenal sebagai tifus) adalah penyakit yang berbeda. Influenza disebabkan oleh virus influenza, sedangkan flu biasa disebabkan oleh berbagai patogen (berbagai virus, bakteri, mikoplasma dan klamidia, dll.). 2, penderita influenza dapat menghasilkan kekebalan yang langgeng, seseorang tidak akan terulang kembali dalam waktu singkat dengan influenza. Sementara flu biasa sering muncul dalam kasus yang tersebar, pasien sering disertai dengan kelelahan atau riwayat pilek, dapat terjadi pada musim apa pun, biasanya tidak menyebabkan kematian pasien. Karena memiliki banyak patogen dan kekebalan tubuh tidak bertahan lama setelah terinfeksi, seseorang dapat terkena flu biasa berulang kali dalam waktu singkat. Poin Pengobatan Setelah terkena influenza, isolasi yang tepat, istirahat, memperbanyak air matang, ventilasi yang lebih baik dan desinfeksi ruangan, pengobatan simtomatik untuk meringankan gejala dan mengendalikan infeksi sekunder bakteri, dan obat anti-virus influenza dapat dilakukan pada tahap awal penyakit (dalam waktu 48 jam). Pasien dengan gejala yang parah, seperti pneumonia berat, gangguan pernapasan yang ekstrem, dan demam tinggi, memerlukan rawat inap di rumah sakit. Sebagian besar pasien sembuh dalam waktu dua minggu, tetapi orang tua dan mereka yang memiliki penyakit kronis atau tubuh yang lemah rentan terhadap komplikasi serius dan memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi. Pneumonia, bronkitis, infeksi sinus dan telinga adalah beberapa komplikasi influenza.