1. Apa itu skoliosis? Skoliosis didefinisikan sebagai kelengkungan tulang belakang yang tidak normal ke arah samping yang melebihi 10°. Jika dilihat dari belakang, tulang belakang yang normal adalah vertikal. Namun, jika dilihat dari belakang, kelengkungan ke samping atau ke samping pada pasien skoliosis terlihat jelas. 2 . Apa saja gejala skoliosis? (1) satu sisi bahu; (2) satu sisi tulang belikat mungkin sedikit lebih tinggi dari atau sangat jelas menonjol dari sisi yang berlawanan dari tulang belikat; (3) ketika tungkai atas di sisi yang sedikit berat, satu sisi tungkai atas dan celah antara tubuh mungkin lebih besar; (4) satu sisi pinggul akan sedikit lebih menonjol daripada sisi yang berlawanan atau lebih jelas; (5) kepala pasien mungkin tidak dapat secara akurat hidup di tengah panggul; (6) satu sisi pinggang menjadi datar, dan sisi pinggang (6) Satu sisi pinggang menjadi rata, sedangkan sisi pinggang yang lain menjadi berkerut. 3 . Apa saja efek buruk dari skoliosis? (1) Nyeri punggung bawah; (2) Penampilan estetika; (3) Skoliosis yang parah dapat disertai dengan penurunan fungsi paru-paru. 4 . Bagaimana cara menangani skoliosis? Pada 90% pasien skoliosis, sudut skoliosisnya ringan dan tidak memerlukan pengobatan aktif. Pemeriksaan rutin dan rontgen berdiri untuk mendeteksi perubahan skoliosis sangat penting dilakukan pada remaja selama masa pertumbuhan. Perkembangan kelainan bentuk tulang belakang memerlukan evaluasi oleh ahli bedah ortopedi untuk menentukan cara dan metode pengobatan aktif, misalnya, penyangga. Hanya sebagian kecil pasien yang memerlukan pembedahan. 5. Pasien skoliosis mana yang memerlukan pembedahan? Secara umum, jika kelengkungan tulang belakang lebih dari 40 derajat, dan jika perawatan konservatif tidak mencapai tingkat koreksi tertentu atau mencegah perkembangan kelengkungan lebih lanjut, pembedahan harus dipertimbangkan. Perlu dicatat bahwa perkembangan lebih lanjut dari kelengkungan didefinisikan sebagai peningkatan derajat skoliosis lebih dari 5 derajat dalam enam bulan dengan pemakaian kawat gigi yang benar. 6. Apa saja kesalahpahaman yang dimiliki oleh pasien skoliosis? (1) Kekurangan kalsium tidak menyebabkan skoliosis; (2) Postur tubuh yang buruk tidak menyebabkan skoliosis; (3) Membawa tas ransel yang berat tidak menyebabkan skoliosis; (4) Rasa sakit akibat skoliosis pada remaja sangat ringan; namun, sebagian besar rasa sakit pada orang dewasa terjadi pada tingkat yang lebih tinggi; (5) Endoprostheses logam (endoprostheses tulang belakang) tidak berkarat dan tidak ditolak oleh tubuh; (6) Apakah pasien skoliosis mengalami skoliosis ringan atau sedang, pembedahan adalah cara terbaik untuk mencegahnya. (6) Baik pasien skoliosis ringan atau sedang, operasi tidak akan mempengaruhi kesuburan normal; (7) Kelainan bentuk tulang belakang tidak menular. 7. Berapa usia terbaik untuk melakukan operasi skoliosis? Secara umum, usia terbaik untuk operasi skoliosis adalah 10-20 tahun. Ada beberapa kasus khusus yang perlu dijelaskan di sini. (1) Jika pasien adalah seorang gadis, yang terbaik adalah menjalani operasi setelah menstruasi. (2) Jika pasien berusia kurang dari 10 tahun, tetapi kelengkungannya sudah lebih besar dari 40 derajat dan semakin bertambah parah ketika memakai penyangga, maka sebaiknya dioperasi sesegera mungkin. (3) Jika pasien memiliki skoliosis kongenital, dan skoliosis disebabkan oleh penyebab bawaan seperti hemivertebra atau segmentasi tulang belakang yang buruk, pembedahan harus dilakukan sesegera mungkin. Kegagalan untuk melakukan operasi sesegera mungkin juga dapat menunda waktu operasi dan menyebabkan koreksi yang tidak memuaskan di masa depan.