Saran diet untuk pasien kemoterapi

Kemoterapi adalah cara yang penting untuk mengobati kanker, tetapi selain membunuh sel kanker, kemoterapi juga merusak sel normal lainnya, yang menyebabkan serangkaian reaksi merugikan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup secara serius. Hal ini dapat diperbaiki jika Anda memperhatikan pola makan. Berikut adalah beberapa saran untuk mengatur pola makan Anda. 10 Saran untuk Memerangi Reaksi yang Merugikan 1. Tingkatkan Nafsu Makan Pasien yang menjalani kemoterapi membutuhkan lebih banyak nutrisi, tetapi obat kemoterapi sering kali membuat orang kehilangan nafsu makan. Minumlah yoghurt, sup sayuran, makanlah makanan ringan yang manis, dan oleskan selai kacang atau selai lainnya pada roti Anda. Membuat makanan terasa lebih berat dan manis dapat meningkatkan nafsu makan Anda. 2 . Membuat makanan lebih lezat Kemoterapi dapat merusak indera pengecap, membuat beberapa makanan terasa aneh, dan air putih dapat membuat Anda merasa sulit menelan. Pada saat ini, Anda harus memikirkan cara untuk membuat makanan menjadi lebih lezat, seperti menambahkan lemon ke dalam air. Jika Anda tidak tahan dengan rasa daging tanpa lemak, Anda bisa makan lebih banyak telur, ikan, minum susu skim dan sebagainya untuk menambah protein. 3, meredakan sariawan Selama kemoterapi, kekebalan tubuh akan berkurang, beberapa pasien akan mengalami sariawan. Jika Anda ingin mempercepat penyembuhan sariawan, sebaiknya hindari minum alkohol, makan makanan yang pedas dan panas. Minum banyak air dan berkumur dengan air yang sedikit asin akan membantu penyembuhan sariawan. 4. Cara mengurangi rasa mual Permen jahe, permen mint atau teh jahe dapat membantu mengurangi rasa mual. Makan makanan yang sedikit lebih dingin dapat mengurangi rasa mual daripada makanan panas. Selain itu, hindari makanan berminyak, gorengan, makanan dengan banyak bumbu, seperti makanan Thailand dan sebagainya. Makan dengan porsi yang lebih kecil dan lebih sering Selama kemoterapi, porsi makan yang lebih kecil dan lebih sering lebih kondusif untuk penyerapan makanan dan nutrisi, serta dapat mengurangi gejala mual dan muntah. 6, Memperbaiki sembelit Minum banyak air adalah cara yang baik untuk melawan sembelit. Anda makan berbagai makanan berserat tinggi sebelum lebih sedikit jika Anda ingin mulai makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan berserat tinggi, tetapi tidak bisa terburu-buru, untuk perlahan-lahan menyesuaikan struktur diet. Pada saat yang sama, tepat untuk melakukan beberapa olahraga, seperti berjalan kaki dan sebagainya, gerakan peristaltik gastrointestinal juga membantu, dapat melawan sembelit. 7, melawan diare Saat Anda mengalami diare, kurangi makan atau tidak makan makanan berminyak dan gorengan. Pada saat yang sama, kurangi minum kopi, minuman manis, mixer, jus buah, dll., Semua jenis salad, makanan mentah juga harus makan lebih sedikit. Anda bisa minum lebih banyak bubur, makan lebih banyak kentang, labu, dan sebagainya. Hindari dehidrasi Diare dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi dapat menyebabkan dehidrasi. Kondisi berikut ini mengindikasikan bahwa Anda mungkin mengalami dehidrasi ringan: mulut kering atau terasa lengket di mulut, rongga mata cekung, air seni yang sedikit atau berwarna gelap, dan air mata yang berkurang. Cara paling penting untuk menghindari dehidrasi adalah dengan minum banyak air, jangan menunggu sampai Anda haus untuk berpikir untuk minum. 9. Konsultasikan dengan ahli gizi Ahli gizi profesional dapat memberikan saran yang berguna tentang cara memilih dan mencampur bahan makanan serta menyeimbangkan asupan berbagai nutrisi, dan mengatasi berbagai masalah pola makan yang Anda hadapi selama kemoterapi. 10, tulis buku harian diet Catat apa yang Anda makan dan apakah Anda merasa tidak nyaman setelah makan. Hal ini akan membantu Anda dan ahli gizi Anda untuk lebih menentukan makanan mana yang membuat Anda tidak nyaman dan mengatur pola makan dengan lebih baik. 4 Tips 1. Berhenti minum alkohol Selama kemoterapi, hati Anda bertanggung jawab untuk memetabolisme obat kemoterapi dan mengurangi toksisitasnya. Minum alkohol pada saat ini akan memberi beban ekstra pada hati Anda dan mengurangi efisiensinya. Minum alkohol juga dapat memperburuk reaksi pencernaan seperti mual dan muntah. Beberapa obat kemoterapi dapat bereaksi dengan alkohol dan menyebabkan kerusakan yang tak terhitung pada tubuh Anda. 2, penggunaan suplemen secara hati-hati Para ahli merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi berbagai vitamin, mineral, suplemen serat makanan selama kemoterapi. Suplemen tersebut dapat bereaksi dengan obat kemoterapi dan memengaruhi kemanjurannya. Jika Anda mengonsumsi suplemen apa pun, pastikan untuk berkomunikasi dengan dokter Anda terlebih dahulu. 3. Kurangi minum teh hijau Teh hijau mengandung komponen antioksidan, dan masih ada kontroversi besar dalam komunitas medis tentang apakah komponen antioksidan ini berpengaruh pada obat kemoterapi. Beberapa ahli onkologi akan menyarankan pasien mereka untuk membatasi jumlah teh hijau hingga 400ml per hari. 4. Konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda memiliki tumor yang sensitif terhadap hormon. Jika Anda mengonsumsi produk kedelai, produk tersebut mungkin memiliki efek pada tumor Anda. Sebelum mengonsumsi produk kedelai, Anda harus berkonsultasi dengan ahli onkologi Anda untuk mengetahui apakah Anda perlu menyesuaikan program kemoterapi atau menghindari produk kedelai. Pasien kanker payudara dapat mengonsumsi produk kedelai.