Apa yang harus diperhatikan dalam terapi hormon

  1. Sebelum memulai terapi hormon, infeksi tuberkulosis dan infeksi serius lainnya harus disingkirkan, dan jika ada, diperlukan pengobatan anti-infeksi aktif.  2. Suplemen kalsium dan vitamin D diperlukan setelah mengonsumsi hormon, karena hormon dapat menyebabkan osteoporosis dan bahkan patah tulang.  3 . Setelah mengonsumsi hormon, perhatian harus diberikan pada perawatan mulut, mandi asam borat setiap hari, dan mencuci tangan untuk mencegah infeksi kulit, infeksi saluran pernapasan, dan infeksi lainnya.  4. Pantau tekanan darah.  5 . Pemeriksaan mata secara teratur, perhatikan katarak dan glaukoma, yang merupakan efek samping yang relatif umum dan biasanya tidak bergejala dan mudah diabaikan.  6 . Periksa kalsium darah, vitamin D dan kalsium urin secara teratur, dan pantau kepadatan tulang untuk penggunaan hormon jangka panjang.  7. Perhatikan infeksi tuberkulosis dan lakukan pemeriksaan rutin terkait tuberkulosis, terutama jika anak mengalami demam rendah dan kurus.  8. Minum obat dengan ketat seperti yang diresepkan oleh dokter. Penghentian hormon secara tiba-tiba dilarang keras dan dapat menyebabkan insufisiensi kortikal adrenal akut yang mengancam jiwa.  9. Pantau gula dalam air seni.  10 . Setelah mengonsumsi hormon, anak mungkin memiliki wajah bulan purnama dan punggung kerbau. Ini adalah redistribusi lemak subkutan yang disebabkan oleh hormon, yang secara bertahap akan menghilang seiring dengan berkurangnya dosis hormon.  11 . Setelah pemberian hormon, nafsu makan anak akan meningkat pesat dan ia akan rentan terhadap obesitas, sehingga ia perlu mengontrol pola makannya dengan baik.