Bagaimana cara menjadi orang tua yang penuh perhatian dan cerdas bagi anak yang sakit?

  1. Pertama-tama, perhatikan dan catatlah dengan cermat dan sabar setiap perubahan yang tidak normal pada tubuh bayi Anda. Jika bayi Anda sedang tidak enak badan, ia pasti akan berperilaku tidak normal dalam hal nafsu makan, tidur, buang air kecil dan buang air besar, serta kondisi mentalnya. Ibu dan ayah harus mengamati dengan cermat perubahan di area-area ini setiap hari dan membuat catatan yang tepat (seperti catatan kesehatan bayi Anda yang biasa). Jika Anda memperhatikan bahwa bayi Anda kehilangan nafsu makan, tidur gelisah, menangis, terlihat buruk atau bahkan muntah atau diare, Anda harus waspada bahwa bayi Anda mungkin sakit.  Sebelum membawa bayi Anda ke dokter anak, penting bagi para ibu dan ayah untuk belajar dan membiasakan diri melakukan satu hal yang sangat penting, yaitu membuat catatan yang lebih rinci tentang penyakit dan gejala bayi Anda. Catatan utama adalah berdasarkan waktu yang telah berlalu dan harus sesingkat mungkin, termasuk mencatat kapan dan bagaimana suhu, berat badan, nada suara, nafsu makan, tangisan, tidur, semangat, frekuensi, dan status buang air besar bayi berubah. Catatan ini akan memudahkan ibu dan ayah untuk secara akurat mendeskripsikan gejala-gejala bayi kepada dokter dan meningkatkan efisiensi kunjungan.  Disarankan agar ibu dan ayah menggunakan buku khusus untuk mencatat riwayat kesehatan bayi mereka sejak awal, sehingga mereka dapat terus mengamati tren perubahan kondisi bayi mereka dan juga memudahkan manajemen kesehatan bayi mereka secara umum. Untuk bayi dengan penyakit kronis (misalnya asma, sindrom nefrotik), catatan penyakit ini bahkan lebih penting lagi. Penting untuk tidak menggunakan catatan tempel, karena catatan tersebut dapat hilang sekali dan tidak disimpan.  Selain nama obat dan tindakan pencegahan yang harus dilakukan, Anda juga harus mencatat apakah bayi Anda suka minum obat dan apakah ada reaksi yang merugikan terhadap obat: diare, muntah, ruam, dll. Jika bayi Anda alergi terhadap obat tertentu (misalnya penisilin, sefalosporin), pastikan untuk menandainya dengan jelas dalam catatan medis bayi Anda.  (1) Ibu yang paling tahu tentang kondisi bayi harus membawa bayi ke rumah sakit dan membawa catatan medis dan bagan bayi, sehingga dokter dapat memperoleh gambaran singkat namun terperinci tentang penyakit masa lalu dan kondisi kesehatan bayi yang biasa.  (2) Jika Anda membuat catatan singkat tentang kondisi bayi Anda sebelumnya, Anda akan dapat memberikan gambaran yang jelas dan ringkas kepada dokter tentang kondisi bayi Anda: (i) Suhu: suhu bayi Anda pada malam sebelumnya, di pagi hari, dan suhu bayi Anda yang biasa.  (ii) Suasana hati: apakah bayi tidak stabil, menangis dan rewel atau dalam suasana hati yang sama seperti biasanya.  (3) Suasana hati: apakah bayi sedang tidak bersemangat, tertekan atau berlari dan bermain seperti biasa.  ④ Nafsu makan: Apakah ada peningkatan atau penurunan nafsu makan atau sama seperti biasanya?  ⑤ Tingkat keparahan dan durasi gejala seperti batuk, pilek, dan muntah.  (6) Waktu dan lokasi ruam pada bayi.  (7) Kelainan pada buang air besar bayi.  (3) Jangan sembarangan memberi nama pada gejala-gejala yang dialami bayi Anda. Setelah Anda memberi tahu dokter tentang gejala-gejala yang dialami bayi Anda, jangan sembarangan memberi nama pada jenis penyakit atau kondisi bayi Anda.  (4) Jangan sembunyikan penyakit yang mendasari bayi Anda dari dokter Jika bayi Anda memiliki penyakit yang mendasari yang menyulitkan Anda untuk membicarakannya (misalnya penyakit jantung bawaan, epilepsi, cerebral palsy), Anda tidak boleh menyembunyikannya dari dokter, karena hal ini dapat memengaruhi perawatan yang tepat untuk bayi Anda, dan bahkan dapat membahayakan nyawa bayi Anda karena adanya kontraindikasi dalam penggunaan obat-obatan.  (1) Saat membawa bayi Anda ke rumah sakit, usahakan untuk tidak mengenakan pullover, terutama jumpsuit. Sebaiknya berikan pakaian dengan saku depan dan bagian atas dan bawah yang terpisah untuk memudahkan membuka pakaian untuk pemeriksaan dan perawatan medis.  (2) Sebaiknya ibu membantu bayi menanggalkan pakaiannya untuk pemeriksaan dokter, meskipun hal ini dapat dilakukan oleh dokter atau perawat, tetapi kebanyakan anak lebih suka dan merasa lebih nyaman jika ibu yang melakukannya.  (3) Bayi di bawah usia 3 tahun tidak dapat duduk sendiri di kursi konsultasi dan beberapa mungkin menangis dan rewel, sehingga dokter dapat dengan mudah dan jelas memeriksa mulut dan tenggorokan bayi dengan bantuan ibu yang “efektif”: ibu memegang kaki bayi di antara kedua kakinya dan tangan kanan memegang mulut dan tenggorokan bayi. Ibu memegang kaki bayi di antara kedua kakinya, tangan kanannya memegang tangan bayi dan tangan kirinya memegang kepala bayi sehingga bayi yang paling gelisah sekalipun tidak bisa bergerak.  (Orang tua dan dokter harus saling percaya dan tidak boleh terlalu skeptis terhadap perawatan dokter dan perawat. Tentu saja, jika Anda memiliki pertanyaan, Anda harus langsung bertanya kepada dokter agar pertanyaan Anda dapat dijawab sesegera mungkin. Para ibu dan ayah tidak boleh menolak atau berhenti memberikan obat kepada bayi mereka hanya karena mereka tidak mempercayai dokter atau khawatir dengan efek samping obat, karena hal ini dapat memperburuk kondisi bayi atau menyebabkan penyakit lebih lanjut.  4. Ketahui cara menyimpan catatan medis bayi Anda secara efektif Catatan medis bayi Anda juga merupakan catatan penting tentang pertumbuhan bayi Anda. Orang tua yang cermat dan bertanggung jawab harus belajar untuk menyimpan catatan medis bayi Anda secara lengkap dan efektif, terutama untuk bayi dengan penyakit kronis (misalnya penyakit ginjal, asma), dan sangat penting untuk menjaganya tetap utuh.  (1) Biasakan untuk menyimpan catatan medis bayi Anda di tempat yang tetap di rumah sehingga mudah diakses dalam keadaan darurat.  (2) Cobalah untuk membeli catatan medis baru setelah yang lama habis, sehingga Anda dapat menyimpan catatan yang konsisten tentang janji temu medis bayi Anda. Jangan menggunakan beberapa grafik pada saat yang sama untuk menghindari kebingungan bagi Anda dan dokter Anda.  (3) Atur catatan medis Anda secara teratur (misalnya setiap satu atau dua tahun sekali), tandai catatan lama secara kronologis, beri nomor, dan jilid dengan baik.  (4) Jangan membuang laporan tes laboratorium dan pemeriksaan tambahan, tetapi tempelkan atau jilidlah secara kronologis (sebaiknya setelah setiap kunjungan untuk menghindari kehilangan).  (5) Ketika perusahaan asuransi kesehatan meminta rekam medis asli bayi Anda, Anda harus menyimpan salinannya sebelum menyerahkannya, mengingat perusahaan asuransi kesehatan biasanya tidak mengembalikan rekam medis asli pasien.