Bayi yang baru lahir menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur dan rata-rata hanya menghabiskan sedikit waktu untuk terjaga setiap hari. Mengikuti pola rutinitasnya, pada saat terbangun, bayi akan dapat melihat dan mendengar. Senang melihat wajah, tetapi agak rabun jauh dan melihat paling baik pada jarak 20 cm. Dapat mengenali warna merah dan suka melihat benda-benda yang bergerak. Bagaimana Anda bisa menarik bayi Anda untuk melihat wajah? Ibu menggunakan kata-kata penuh kasih sayang dan menggerakkan kepalanya untuk menarik pandangan bayinya. Cobalah untuk menggerakkan kepalanya perlahan-lahan ketika dia melihat dan dia akan menoleh untuk mengejar. Bicaralah dengan bayi Anda secara langsung dengan mata yang ramah dan kata-kata yang lembut ketika bayi Anda terjaga, terutama ketika dia sedang menyusui. Jika Anda sering menggoda, ekspresi geli anak Anda akan muncul lebih awal. Bayi yang baru lahir suka melihat benda-benda berwarna merah dan bergerak. Gunakan bola merah sekitar 20 cm dari matanya dan goyangkan dengan lembut. Ketika bayi Anda menatap bola merah, gerakkan bola itu perlahan-lahan dan pandangan bayi Anda dapat mengikutinya. Lihatlah gambar-gambar, bayi suka melihat pola-pola yang kontras, kebanyakan suka melihat gambar hitam putih seperti; lingkaran konsentris hitam putih, papan catur atau pola sederhana wajah manusia. Bagaimana saya bisa melatih bayi saya yang baru lahir atau bayi berusia 1-2 bulan jika mereka tidak bisa menatap? Perkembangan visual yang pesat pada bayi terkonsentrasi pada beberapa bulan pertama kehidupan, oleh karena itu perhatian khusus harus diberikan pada fungsi visual pada tahap ini dan penting untuk melakukan intervensi dini jika terdeteksi adanya kelainan pada fungsi visual. Apabila bayi ditemukan tidak mampu menatap atau melacak wajah, atau hanya merespons terhadap rangsangan cahaya terang, maka pemeriksaan mata secara menyeluruh dan pengujian visual harus dilakukan. Jika ditentukan bahwa tidak ada kelainan pada fundus opticus dan bahwa masalahnya mungkin terletak pada gangguan pada jalur visual yang lebih tinggi, maka intervensi rehabilitasi harus segera dimulai. Untuk memungkinkan perkembangan visual yang maksimal, menurut pengalaman kami, semakin dini intervensi, semakin baik hasilnya. Metode stimulasi visual adalah sebagai berikut: 1. Stimulasi refleks Di ruangan gelap, dengan anak berbaring telentang, sorotkan senter pada mata kiri anak, mata kanan, di bawah mata kanan dan di bawah mata kiri (atau kanan dulu baru kiri),
Sorotkan senter pada bagian bawah mata untuk memberi celah, pertahankan setiap titik paparan selama 1 detik, 5 kali berturut-turut sebagai kelompok, 20-30 kelompok/hari (gunakan metode ini apabila anak tidak merespons saat menemukan sumber cahaya, mengejar cahaya merah atau ketika responsnya lemah). 2. Stimulasi cahaya merah Di ruangan gelap, dengan anak berbaring telentang, letakkan obor yang dibungkus kain merah sekitar 20 cm di atas mata anak, yaitu menyinarkan cahaya merah ke mata anak untuk menarik anak agar melihat cahaya merah, kemudian gerakkan obor ke arah horizontal dan biarkan anak melihatnya. Ulangi ini selama 1 menit setiap kali, 10-20 kali/hari. (Gunakan metode ini apabila respons anak untuk menemukan sumber cahaya lemah dan apabila ia tidak merespons pengejaran cahaya merah). 3. Gambar hitam putih, stimulasi mainan Di ruangan yang cukup terang, dengan anak berbaring telentang, gunakan gambar hitam putih, bola merah, mainan, dll. yang diletakkan 20 cm di atas mata anak, sedikit mengatur jarak gambar agar anak melihatnya, lalu gerakkan secara horizontal sehingga anak dapat mengikutinya. Ukuran gambar dan mainan dapat disesuaikan menurut pandangan dan pengejaran anak. (Metode ini digunakan apabila anak bisa mencari sumber cahaya dan mengikuti cahaya merah, tetapi memiliki tatapan mata yang buruk dan mengejar gambar dan mainan). 4. Stimulasi bio-visual 1) Lihatlah wajah pembicara, penguji membuat suara yang lembut, indah dan melebih-lebihkan senyum untuk menarik perhatian anak. Anak diminta untuk melihat wajah untuk jangka waktu yang lebih lama melalui kontak mata dan komunikasi suara, diulang selama 1 menit setiap kali, 10-20 kali/hari. 2) Untuk meningkatkan kemampuan anak untuk melihat rangsangan visual multi-arah, tester membuat suara yang indah yang bisa dilihat anak sambil menggerakkan wajah pembicara untuk menarik mata anak untuk melihatnya. Pengingat: Anak harus diberikan stimulasi visual dalam jumlah yang sesuai setiap hari oleh seorang profesional rehabilitasi untuk memastikan kualitasnya. Orang tua harus diinstruksikan untuk melakukan hal ini secara berulang-ulang selama bayi mereka bangun tidur. Upaya aktif orang tua dalam stimulasi visual dapat menentukan dalam memulihkan penglihatan, karena orang tua memiliki waktu kontak terpanjang dengan bayi mereka dan dapat menggunakan setiap jam bangun tidur untuk stimulasi visual, sehingga memaksimalkan efek pemulihan visual.