Beberapa orang percaya bahwa penyakit celiac adalah akibat dari hubungan seks dan oleh karena itu cukup enggan untuk berhubungan seks setelah mereka didiagnosis mengidap penyakit ini. Sebenarnya, pandangan ini salah. Penyebab sebenarnya dari erosi serviks masih belum jelas. Secara umum diyakini bahwa rangsangan mekanis atau cedera setelah menikah, seperti persalinan, aborsi, atau hubungan seks yang terlalu sering, dapat menyebabkan berbagai tingkat kerusakan epitel skuamosa serviks dan penurunan resistensi lokal serviks, yang menjadi predisposisi untuk peradangan. Namun, temuan klinis menunjukkan bahwa wanita yang tidak melakukan hubungan seks masih mengalami erosi serviks, bahkan terkadang erosi yang parah. Hal ini menunjukkan bahwa seks bukanlah penyebab utama erosi serviks. Pada saat yang sama, para ahli mengingatkan wanita yang belum menikah, atau wanita non-seksual, bahwa jika mereka mengalami keputihan yang terus-menerus, atau jika disertai dengan perubahan warna atau tekstur, mereka juga harus mengunjungi klinik ginekologi tepat waktu untuk mengidentifikasi penyebabnya dan segera mengobatinya.