Air ketuban yang pecah berarti seorang wanita hamil akan segera melahirkan dan harus segera dibawa ke rumah sakit untuk persalinan. Cairan ketuban adalah cairan dalam selaput janin dan selaput antara janin dan dinding rahim. Janin sepenuhnya terbungkus dalam kantung air yang aman dan nyaman ini, yang memiliki efek bantalan dan dengan demikian mencegah janin terpapar secara langsung ke kekuatan eksternal. Air ketuban juga digunakan untuk memberikan suhu yang konstan bagi janin dan untuk mengisolasi janin dari dunia luar dan mencegah infeksi. Oleh karena itu, air ketuban memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup janin. Ketika ketuban pecah, wanita hamil akan merasakan adanya aliran cairan dari vagina, dan jika diperhatikan dengan seksama, cairan tersebut tidak berwarna dan transparan, serta jumlahnya lebih banyak daripada cairan ketuban. Ketuban pecah dini pada usia kehamilan cukup bulan dan ketuban pecah sering kali merupakan tanda persalinan yang akan segera terjadi dan merupakan 6-12% dari semua kelahiran. Karena persalinan biasanya terjadi dalam waktu 12 jam setelah ketuban pecah, maka penting bagi wanita hamil untuk segera pergi ke rumah sakit setelah menemukan ketuban pecah untuk menghindari persalinan prematur, hipoksia janin, dan infeksi janin.