Perbandingan kompresi dan perawatan bedah varises pada tungkai bawah

  Varises dan refluks vena superfisial pada tungkai bawah adalah kondisi umum dan keputusan antara perawatan konservatif atau bedah pada tahap awal adalah keputusan medis yang perlu dibuat oleh dokter dan pasien.  Dalam hal ini, beberapa dokter dari Departemen Bedah Vaskular, Rumah Sakit Pusat Universitas Helsinki, Finlandia, Sell H, Vikatmaa P, Albokk A, merancang uji coba terkontrol secara acak untuk mengevaluasi dan membandingkan keefektifan terapi kompresi dan perawatan bedah varises pada tungkai bawah sebagai referensi untuk pilihan pengobatan.   Metode: 1. 153 pasien dengan varises pada tungkai bawah, dengan klasifikasi CEAP 2-3 dan refluks vena superfisial, dipilih.  2. Para pasien secara acak ditugaskan ke dalam dua kelompok perawatan: 77 kasus dalam kelompok perawatan konservatif (mengenakan stoking kompresi medis) dan 76 kasus dalam kelompok perawatan bedah.  3. Pemeriksaan dan penilaian klinis dilakukan pada kunjungan awal dan pada 1 dan 2 tahun setelah pengobatan.  4. Pemeriksaan dan penilaian klinis meliputi: pemeriksaan ultrasonografi Doppler (DUS), skor keparahan presentasi klinis (VCSS-S), skor segmen vena yang terlibat (VSDS), skor gangguan fungsi vena (VDS)[4], dan survei kualitas terkait kesehatan.   Hasil: Kesimpulan: Drs Sell dan Vikatmaa akhirnya menyimpulkan bahwa perawatan bedah secara signifikan lebih efektif daripada terapi kompresi untuk refluks vena superfisial pada lesi yang tidak rumit.  Komentar ahli: Dr Qiang Zhang, ahli bedah vaskular: Obat-obatan dan stoking kompresi sebagai andalan pengobatan konservatif varises hanya dapat menunda perkembangan penyakit tetapi tidak mengobati akar penyebab varises. Oleh karena itu, obat hanya boleh digunakan sebagai pengobatan tambahan setelah operasi varises. Sebaliknya, stoking elastis harus dipakai seumur hidup dan tidak praktis serta mahal untuk digunakan. Sebagian besar pasien yang awalnya memakai stoking kompresi, sekarang memilih untuk menjalani perawatan bedah.  Kemajuan dalam bidang kedokteran juga telah menyebabkan pembedahan invasif minimal untuk varises di tungkai bawah. Penggunaan pembedahan invasif minimal telah mengurangi masa rawat inap di rumah sakit selama seminggu menjadi kurang dari dua hari, dan tim Zhang Qiang di Shanghai Ward Medical Center (WorldPath Clinic International), Beijing United Family Hospital (BJU) dan Shanghai United Family Hospital (SHU) dapat pulang ke rumah hanya dalam beberapa jam.  Perkembangan varises akan meningkatkan beban pada vena dalam dan, seiring waktu, menyebabkan atau memperburuk derajat penyakit katup vena dalam. Oleh karena itu, manfaat penanganan bedah dini lebih besar daripada kerugiannya.