Memahami penyebab miopi dan cara mencegahnya

  Selama perkembangan normal mata, berbagai ‘komponen’ mata harus selaras dan seimbang satu sama lain. Jika salah satu dari ‘komponen’ ini tidak normal dan ‘komponen’ lainnya tidak dapat mengimbanginya secara efektif, maka akan terjadi kelainan refraksi (miopi, hipermetropi, astigmatisma).  Penelitian saat ini menegaskan bahwa interaksi faktor genetik dan lingkungan merupakan penyebab penting miopi.  Permulaan dan perkembangan miopi berkaitan erat dengan kondisi fisik individu. Penelitian dan statistik saat ini menunjukkan bahwa jika salah satu orang tua memiliki miopi tinggi, keturunannya akan memiliki tingkat epifenomena sebesar 50%, dan jika kedua orang tua memiliki miopi tinggi, keturunannya akan memiliki tingkat epifenomena sebesar 80%.  Penggunaan mata secara dini dan berlebihan pada jarak dekat, seperti postur tubuh yang buruk dalam menulis, waktu membaca yang berlebihan, bermain dengan ponsel, komputer, konsol game, berlatih piano, bermain dengan mainan kecil, dll., menyebabkan beban visual dekat yang berlebihan dan merupakan faktor lingkungan utama dalam memicu miopi.  Kesimpulan dari etiologi miopia Kesimpulan terbaik dari etiologi miopia adalah bahwa lingkungan mata yang buruk meningkatkan epifenomena dan ekspresi gen miopia selama periode ketika mata anak berkembang paling cepat dan paling tidak stabil, dan oleh karena itu, pada akhirnya mengarah pada timbulnya miopia. Penggunaan mata yang berlebihan pada jarak dekat adalah katalisator untuk gen miopi.  Orang dengan kecenderungan genetik terhadap miopi lebih terpengaruh secara signifikan oleh kebiasaan penggunaan mata yang buruk. Tidak hanya onset miopi terjadi pada usia yang lebih dini, tetapi miopi berkembang lebih cepat dan kemungkinan berkembangnya miopi tinggi jauh lebih tinggi.  Pencegahan dan pengendalian miopi Pencegahan miopi harus dimulai sejak usia dini, dengan anak-anak mengembangkan kebiasaan mata yang baik setelah lahir, tidak membaca buku, tidak terlalu banyak bermain dengan ponsel dan komputer, dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di klinik mata profesional atau rumah sakit mata setelah usia 3 tahun. Miopia akan meningkat seiring bertambahnya usia, dan usia 6 hingga 16 tahun adalah periode perkembangan fisik tercepat dan periode ketika anak-anak menggunakan lebih banyak mata di sekolah, yang merupakan periode berisiko tinggi untuk miopia.  Penting bagi anak-anak untuk melihat lebih sedikit dekat dan lebih jauh; untuk berpartisipasi dalam lebih banyak kegiatan di luar ruangan di siang hari; untuk memiliki nutrisi yang seimbang dan untuk mengkonsumsi lebih sedikit permen dan minuman, sehingga miopia dapat terjadi kemudian dan miopia dapat memperdalam lebih lambat dan dangkal di masa depan untuk menghindari konsekuensi negatif.