Mengapa ibu jari anak Anda tidak bisa diluruskan

  Beberapa orang tua tanpa sadar menyadari bahwa sendi interphalangeal ibu jari anak mereka tertekuk dan tidak dapat diluruskan. Apabila ibu jari patah dengan paksa, terkadang ibu jari dapat diluruskan, sering kali dengan sensasi meletup-letup. Namun, segera setelah itu, ibu jari ditekuk lagi dan ibu jari anak kembali ke posisi biasanya.  Para orang tua bertanya-tanya: apa yang salah dengan tangan anak dan apa itu?  Nama ilmiah untuk kondisi ini adalah tenosinovitis stenosis, yang juga dikenal sebagai “trigger finger”. Gejala utamanya adalah fleksi sendi interphalangeal ibu jari, yang tidak dapat diluruskan. Sebagian anak dapat meluruskannya sendiri atau dengan bantuan orang tua mereka, tetapi sering kali kembali ke keadaan semula setelah beberapa saat.  Apakah ini kondisi yang wajar atau disebabkan oleh trauma?  Tidak ada penyebab yang diketahui untuk kondisi ini. Beberapa orang percaya bahwa ini adalah bawaan lahir, yang lain percaya bahwa ini adalah pembesaran nodular yang didapat akibat tendon fleksor. Usia onset bervariasi dari lahir hingga usia tiga tahun.  Apakah saya memerlukan sinar-X atau tes lainnya?  Diagnosis biasanya dibuat berdasarkan presentasi klinis ibu jari dan tidak diperlukan rontgen.  Apakah penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya? Jika tidak sembuh dengan sendirinya, apakah perlu dioperasi?  Telah dilaporkan bahwa 30% bayi baru lahir dan sekitar 12% pasien berusia antara 6 bulan dan 3 tahun sembuh secara spontan, dan pembedahan sebelum usia 3 tahun cukup memuaskan. Dalam praktiknya, banyak orang tua yang mendeteksi penyakit ini sejak dini akan mencoba mengobatinya secara konservatif, dengan harapan anak akan sembuh secara spontan. Pada kebanyakan kasus, setelah beberapa minggu atau bulan, fleksi ibu jari anak tidak kunjung membaik atau semakin memburuk dan beberapa aktivitas yang membutuhkan fleksi dan ekstensi ibu jari terpengaruh, sehingga pada akhirnya perlu dilakukan pembedahan.  Seperti apa pembedahannya dan apakah bisa berulang?  Pembedahan melibatkan pembuatan sayatan kecil pada sendi metakarpofalangeal untuk membuka selubung tendon yang sempit dan memotongnya secara longitudinal untuk mengembalikan fleksi dan ekstensi ibu jari. Karena penyebab penyakit ini tidak diketahui, maka ada risiko kekambuhan setelah pembedahan. Namun, jika latihan pasif dilakukan setelah operasi, menghindari perlekatan pada selubung tendon dan tindak lanjut yang teratur, kekambuhan tidak mungkin terjadi.