Apa yang dimaksud dengan distosia bahu?

Pembekuan bahu terjadi karena struktur anatomi sendi bahu yang kompleks. Struktur tulang sendi bahu terutama terdiri dari glenoid skapula dan kepala humerus, yang merupakan sendi bola dan soket yang khas, serta sendi yang paling bergerak dan fleksibel dalam tubuh manusia. Sendi bahu dalam arti luas mencakup sendi glenohumeral, sendi akromioklavikularis, sendi sternoklavikularis, dan sendi dinding skapulotoraks, yang memiliki struktur yang sangat kompleks. Ligamen yang mengelilingi sendi bahu terutama terdiri dari manset rotator, tendon kepala panjang otot bisep, ligamentum rostro-humeri, ligamentum glenohumeri, dan ligamentum humeri transversal. Manset rotator sangat penting dalam pengembangan kondensasi bahu dan terdiri dari tendon otot supraspinatus, infraspinatus, teres minor, dan subskapularis yang berasal dari skapula dan berakhir di ujung atas humerus. Konsep luas distosia bahu meliputi cedera rotator cuff, tendonitis pada kepala panjang bisep, artritis glenohumeral, radang kandung lendir subakromial, tendonitis supraspinatus (infraspinatus) dan tenosinovitisnya, peradangan ligamentum rostro-humeral, dan artritis akromioklavikularis, di antara kondisi-kondisi lainnya. Secara sempit, kondisi ini hanya disebut sebagai “frozen shoulder” atau “fifty shoulder”. Karena berbagai lesi dan struktur kompleks yang terlibat dalam koagulopati bahu, yang mencakup hampir semua bagian sendi bahu dalam arti luas, ditambah dengan banyaknya ligamen pada sendi bahu dan seluk-beluk sistem neurovaskular, patogenesisnya masih dalam tahap penelitian eksplorasi, dan sejauh ini belum ada kesimpulan yang pasti.